Temponews.web.id, Lumajang– Kelompok 57 Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya (UB) 2025 sukses mengadakan Workshop Diversifikasi Olahan Tahu dan Strategi Pemasaran Digital di Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Sabtu (12/07/20250. Acara ini disambut antusias oleh Ibu-Ibu PKK, pemuda-pemudi Karang Taruna, serta para pelaku UMKM lokal.
Program kerja ini bertujuan untuk mengenalkan produk frozen inovatif dari olahan tahu dan diharapkan dapat meningkatkan keberlanjutan industri tahu di Desa Kunir Kidul. “Selain mengenalkan produk frozen dari olahan tahu, program kerja ini diharapkan dapat berdampak positif dengan membantu masyarakat Desa Kunir Kidul dalam meningkatkan keberlanjutan industri tahu, dengan menciptakan ide bisnis melalui inovasi produk frozen dari olahan tahu,” ujar Galang Dani, Koordinator Desa Kelompok 57 MMD – UB 2025, dalam sambutannya.
Selama ini, tahu yang dihasilkan masyarakat Desa Kunir Kidul sebagian besar hanya berupa tahu putih yang rentan rusak dalam 1-2 hari. Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kecamatan Kunir, Dr. Ria Dewi Andriani, S.Pt., M.P., workshop ini dilaksanakan dalam dua sesi.

Inovasi Bola-Bola Tahu Isi Keju dan Peningkatan Daya Simpan
Sesi pertama berfokus pada praktik pengolahan produk frozen Bola-Bola Tahu Isi Keju. Camilan inovatif ini terbuat dari tahu putih lokal yang diolah dengan berbagai bumbu, dibentuk menjadi bola-bola kecil, dan diberi isian keju meleleh di dalamnya. Bola-Bola Tahu Isi Keju tidak hanya kaya gizi dan disukai semua kalangan, tetapi juga sangat cocok sebagai ide usaha rumahan atau oleh-oleh khas desa. Inovasi produk frozen ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengolah tahu agar memiliki umur simpan yang lebih lama.
Strategi Pemasaran Digital untuk Perluasan Pasar
Sementara itu, Penanggung Jawab Program Kerja Kelompok 57 MMD – UB 2025, Ivanda Razza Qiandita, membawakan materi strategi bisnis digital. Sesi kedua ini mencakup panduan membangun merek dan kemasan menarik, termasuk membuat identitas usaha seperti nama, logo, kemasan, hingga citra produk yang kreatif. Peserta juga dibekali materi mengenai komponen wajib yang perlu dicantumkan dalam kemasan serta panduan menjual produk melalui platform e-commerce Shopee, guna memperluas jangkauan pasar konsumen.
Diharapkan, melalui workshop ini, masyarakat Desa Kunir Kidul dapat lebih mandiri dalam mengelola potensi lokal tahu mereka dan membuka peluang bisnis baru yang lebih menjanjikan. [UB/TN]