Oleh : Nazuro Azyan Hanifah
Sering kita jumpai bahwa “tenaga kesehatan” yang dipikirkan oleh masyarakat adalah dokter. Dokter telah dikenal sebagai orang yang paling ahli dalam mengobati. Namun, jika kita melihat di ruang perawatan, UGD, atau ruang isolasi, terdapat salah satu profesi yang senantiasa ada, yaitu perawat. Mereka selalu hadir dari pasien yang pertama kali masuk hingga pasien kembali pulih. Kehadiran inilah yang membuat perawat disebut sebagai “garda terdepan” dalam pelayanan kesehatan. Mengapa justru perawat yang disebut sebagai garda terdepan, bukan dokter?
ALASAN PERAWAT DISEBUT SEBAGAI GARDA TERDEPAN
1. Jumlah Perawat Lebih Banyak
Perawat jauh lebih banyak dibandingkan dengan dokter, karena adanya peningkatan permintaan kebutuhan dalam perawatan kesehatan. Selain itu, jalur pendidikan keperawatan umumnya lebih cepat dan fleksibel. Cakupan pendidikannya pun luas dari D3 (A.Md.Kep) hingga Doktor (Dr.Kep), sehingga terdapat banyak peminat studi tersebut.
2. Perawat Hadir 24 Jam
Perawat terlibat aktif selama 24 jam dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Mengukur tanda vital, memantau perubahan kondisi, dan memberi edukasi dilakukan oleh perawat di setiap jamnya. Berbeda dengan dokter, biasanya dokter hadir berdasarkan jadwal praktek atau konsultasi.
3. Kontak Langsung dengan Pasien
Perawat adalah orang pertama yang menjumpai pasien baik dalam IGD, ruang isolasi, dan rawat inap. Perawat menjadi penghubung utama antara dokter dan pasien. Perawat memberikan perawatan komprehensif dari fisik, emosional, sosial, dan spiritual. Mereka menjelaskan instruksi dokter, menenangkan pasien, dan memberikan pertolongan pertama.
4. Besarnya Tanggung Jawab Perawat
Perawat memiliki tanggung jawab yang besar dari aspek profesional, etis, hukum, dan moral. Tanggung jawab ini ada karena mereka yang selalu dekat dengan pasien. Perubahan kecil pada kondisi pasien pertama kali terdeteksi oleh perawat, dan keputusan cepat mereka bisa menyelamatkan nyawa pasien.
5. Risiko Terbesar Terjadi pada Perawat
Mengingat kembali pada masa pandemi, perawat bekerja dalam waktu lama di ruang isolasi. Mereka merawat pasien yang sangat menular dalam rentang waktu panjang. Bukan hanya di waktu COVID-19 saja, bahkan penyakit menular lainnya pada pasien juga diatasi oleh perawat. Karena itu, perawat berada di barisan paling depan dalam menghadapi risiko.
Perawat adalah mereka yang berdiri di tengah risiko, tekanan, dan kelelahan, namun tetap memilih untuk merawat. Mungkin tidak selalu dipandang, tetapi dampak yang diberikan perawat selalu terasa bagi pasien. Pada akhirnya, sebutan garda terdepan bukan soal siapa yang lebih hebat, tetapi siapa yang paling dekat dengan pasien. Sudah saatnya masyarakat memahami, bahwa perawat yang sangat berpotensi tidak akan kalah dengan profesi kesehatan lainnya.
# Penulis Merupakan Mahasiswa Keperawatan Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya

