Temponews.web.id, Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) kelompok 294 memperkenalkan program “Pengenalan dan Penerapan Konsep Ekonomi Sirkular sebagai Solusi Alternatif dalam Mengatasi Permasalahan Sampah” di Desa Jetiskarangpung, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Program ini bertujuan mengatasi permasalahan sampah, terutama sampah plastik, yang masih menjadi isu serius di Indonesia.

​Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2024, sebanyak 40,26% sampah di 317 kabupaten/kota di Indonesia belum terkelola dengan baik. Hal ini mendorong Tim KKN 294 UNS untuk memperkenalkan pendekatan ekonomi sirkular, sebuah model yang berfokus pada pemanfaatan ulang sumber daya alih-alih membuangnya. Konsep ini berlandaskan pada prinsip 5R: Reduce, Reuse, Recycle, Recovery, dan Repair.

​”Kami melihat potensi besar di Desa Jetiskarangpung. Beberapa RT sudah memiliki bank sampah yang aktif dan menghasilkan keuntungan, tetapi pemahaman warga tentang pemilahan dan pemanfaatan sampah masih minim,” ujar Aulia Farah Ramadhani, mahasiswi Ekonomi Pembangunan UNS yang bertanggung jawab atas program tersebut.

​Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (02/08/2025) ini, dihadiri oleh perwakilan ibu-ibu PKK dan Karang Taruna dari 24 RT. Mereka mendapatkan materi mengenai pengelolaan sampah berkelanjutan, konsep ekonomi sirkular, dan potensi ekonomi dari daur ulang.

​Tak hanya teori, para peserta juga diajak praktik membuat produk kreatif dari sampah plastik, seperti gelang dan gantungan kunci dari tutup botol. “Selama ini warga hanya memilah sampah, lalu kami kumpulkan dan jual. Belum ada pelatihan yang memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang bernilai,” kata Bapak Supardi, salah satu pengurus Bank Sampah Berkah, seraya berharap mahasiswa dapat memberikan edukasi dan pelatihan.

​Program dari 10 Mahasiswa KKN 284 UNS ini mendapat respons positif dari masyarakat dan diharapkan dapat menjadi model penerapan ekonomi sirkular di tingkat desa. Dengan mengusung semangat berkelanjutan, program ini tidak hanya menargetkan pengurangan volume sampah plastik, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang ramah lingkungan dan berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam poin pengentasan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi. *[UNS/TN]

Refrences

Darmastuti, S., Cahyani, I. P., Afrimadona, A., & Ali, S. (2021). Pendekatan Circular Economy Dalam Pengelolaan Sampah Plastik di Karang Taruna Desa Baros, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang. Indonesian Journal of Society Engagement, 1(2), 1–18. https://doi.org/10.33753/ijse.v1i2.13

Djuniardi, D., Elva, Y., & Rahmantya, K. (2024). Pengenalan dan Penerapan Ekonomi Sirkular Di Desa Ciomas Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 1748–1753. https://doi.org/10.31949/jb.v5i2.8130

Yuliwati, E., & Yusmartini, E. S. (2022). Ekonomi Sirkular Dalam Konsep Pengelolaan Sampah 5R: Riset Dan Implementasi Pengelolaan Lingkungan Berbasis …. Seminar Nasional Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 4, 1–5. https://prosiding.ummetro.ac.id/index.php/snppm/article/download/95/72

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version