Temponews.web.id, Gianyar – Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, menggelar Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) yang menjadi salah satu agenda terbesar desa setiap tahunnya. Kegiatan yang berlangsung meriah ini mengusung tema “PADU” (Persatuan, Apresiasi, Dedikasi, dan Unggul) sebagai simbol persatuan, kekompakan, dan semangat kompetitif antarwarga desa.

Turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut, Kelompok 42 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS)  (UNS) yang melaksanakan salah satu program kerja unggulannya, yaitu Lomba Kebersihan Banjar. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jum.at (08/08/2025) dan diintegrasikan kedalam rangkaian acara Porseni. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta memperkuat nilai gotong royong antar warga.

Dalam pelaksanaannya, 20 anggota KKN 42 UNS berperan sebagai Tim Penilai Lomba Kebersihan, dengan menilai berbagai aspek seperti kebersihan area umum, pengelolaan sampah rumah tangga, keindahan lingkungan, serta partisipasi warga dalam menjaga kelestarian banjar. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, ditunjukkan dengan persiapan yang matang dari masing-masing banjar untuk menampilkan lingkungan terbaiknya.

Selain melaksanakan program kerja mandiri, mahasiswa KKN 42 UNS juga terlibat langsung sebagai panitia dalam beberapa cabang lomba Porseni lainnya, seperti badminton, sepak bola, dan voli. Peran tersebut dijalankan bersama perangkat desa dan karang taruna setempat untuk memastikan jalannya kegiatan secara lancar dan sportif. Kehadiran mahasiswa KKN 42 UNS selama Juli – Agustus 2025 memberikan semangat baru bagi panitia lokal sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.

Kelompok KKN 42 UNS melakukan penilaian lomba banjar terbersih di lingkungan Desa Batubulan bersamaan dengan PORSENI PADU

Ketua Kelompok 42 KKN UNS, Nabil menyampaikan, bahwa keterlibatan mereka dalam kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam membangun kedekatan sosial dengan masyarakat Batubulan.

“Melalui kegiatan Porseni ini, kami belajar banyak tentang kebersamaan, koordinasi, dan pentingnya menjaga lingkungan. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Batubulan menjadi contoh nyata nilai-nilai yang perlu dijaga bersama,” ujarnya.

Dengan semangat PADU, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara mahasiswa KKN dan masyarakat desa, serta meninggalkan dampak positif jangka panjang dalam hal kebersihan, solidaritas, dan pelestarian budaya di Desa Batubulan. *[UNS/TN]

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version