Temponews.web.id, Banjar — Upaya pencegahan stunting terus digencarkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Intan Martapura melalui program Posyandu Plus: Integrasi Edukasi dan Pendampingan Stimulasi pada Balita. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Posyandu Desa Sungai Tuan Ulu, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan dan berhasil menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pengetahuan ibu balita serta keterampilan kader posyandu.
Program yang diketuai oleh Filia Sofiani Ikasari, S.Kep., Ns., M.Kep., bersama tim pelaksana Iis Pusparina, S.S.T., M.M.Kes., M.Kes. dan Kusnindyah Praedevy Reviagana, S.K.M., M.Kes., melibatkan 30 ibu balita dan 10 kader posyandu. Kegiatan ini didampingi oleh mahasiswa Prodi Sarjana Keperawatan semester 7 : Fir’ad Setya Nugraha, Muhammad Wirandi, dan Cut Ika Anugrah Kirana serta alumni Prodi D3 Keperawatan, Ahmad Rizqo Abdillah dengan dukungan ketua mitra setempat, Bidan Amnah.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan sosialisasi dan pre-test pada 18 September 2025 untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu balita tentang gizi seimbang dan keterampilan kader posyandu dalam stimulasi tumbuh kembang anak. Hasil awal menunjukkan bahwa 56,67% peserta berada pada kategori pengetahuan cukup, dan hanya 33,33% yang berada pada kategori baik, menandakan masih adanya kesenjangan pemahaman tentang gizi seimbang.

Sementara itu, hasil pengukuran keterampilan kader menunjukkan bahwa seluruh peserta masih berada pada kategori kurang (100%) sebelum pelatihan. Kondisi ini menggambarkan pentingnya peningkatan kapasitas kader sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.
Puncak kegiatan dilaksanakan 17 Oktober 2025, dengan rangkaian edukasi gizi seimbang kepada ibu balita, demonstrasi pembuatan MP-ASI bergizi, serta pelatihan stimulasi tumbuh kembang untuk kader posyandu. Setelah kegiatan edukasi, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan: 70% peserta berada pada kategori pengetahuan baik dan 30% pada kategori cukup. Pada aspek keterampilan kader, hasil post-test memperlihatkan 60% berada pada kategori baik dan 40% pada kategori sangat baik, menandakan peningkatan kemampuan yang tajam.
Menurut Filia Sofiani Ikasari, selaku Ketua Program, bahwa kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif berbasis partisipatif sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat.
“Melalui metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi langsung, peserta lebih mudah memahami dan menerapkan ilmu yang diberikan. Kader juga menjadi lebih percaya diri dalam melakukan pendampingan kepada ibu balita,” jelasnya, Minggu (19/10/2025).
Ia menambahkan, keberhasilan program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga memperkuat keberlanjutan layanan posyandu sebagai pusat edukasi keluarga sehat. “Kader yang kompeten akan menjadi motor penggerak pencegahan stunting di masyarakat,” ujarnya.
Hasil kegiatan ini sejalan dengan berbagai penelitian terdahulu yang menegaskan efektivitas pendidikan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya terkait gizi seimbang dan stimulasi tumbuh kembang anak.
Kegiatan ini didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikbudristek RI melalui skema Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP).
“Kami mengucapkan terima kasih kepada DRTPM Kemendikbudristek atas dukungannya, sehingga program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Filia. *[STIKES IM – TN]