Oleh : Verina Ariella Nirwasita
Bandung – Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar sidang terbuka dalam rangka wisuda periode Oktober tahun akademik 2025/2026 bulan di selenggarakan pada tanggal 23 Oktober – 24 Oktober di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Tamansari, Bandung. Wisuda ini di isi dengan ribuan lulusan program Sarjana, Magister, dan Doktor.
Kini, orang tua para wisudawan dan wisudawati dapat mengikuti proses wisuda, yang dimana tahun lalu hanya wisudawan dan wisudawati yang di perbolehkan masuk. Sekarang ITB merubah kebijakan dengan membuat 2 periode pada bulan Agustus dan bulan Oktober ini, sehingga orang tua dapat mengikuti proses acaranya.
Pada hari pertama periode bulan Oktober ini tanggal 23 Oktober di bagi 2 sesi, yaitu : sesi pagi (07.30 – 11.00 WIB) yang mencakup Fakultas seperti FTI, FTTM, FSRD, dan SF, serta sesi siang (13.30 – 17.00 WIB) untuk FTSL, FTMD, FMIPA, FITB, dan SPITM.

Pelaksanaan wisuda ini berlangsung dengan mematuhi ketentuan dan tata tertib yang telah ditetapkan, seperti pendamping hanya bisa masuk jika memiliki barcode QR dan hanya dua orang yang bisa masuk. Wisudawan dan wisudawati wajib menggenakan toga dan menunjukan undangan digital.
Dampak langsung dari acara wisuda ini ada pada peningkatan volume kendaraan yang mengantar para wisudawan wisudawati dan pendamping berimbas langsung pada kemacetan lalu lintas yang signifikan di sekitar lokasi. Masyarakat sudah dihimbau dari sebelumnya untuk mewaspadai potensi kemacetan di sekitar kawasan Sabuga, Jalan Tamansari, dan Jalan Ganesha karena acara berlangsung dari pagi sampai sore, yaitu mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.

Pihak ITB telah menyarankan penggunaan transportasi umum atau sistem drop-off untuk menghindari penumpukan kendaraan pribadi. Meskipun demikian, pantauan di lokasi menunjukkan bahwa sejak pukul 06.00 WIB, arus lalu lintas menuju ITB sudah dipadatti oleh mobil dan motor yang mengantar para wisudawan dan pendamping, mengakibatkan antrean panjang dan perlambatan pergerakan di sejumlah ruas jalan utama Kota Bandung tersebut.”
Oleh karena itu, bagi masyarakat Bandung, kewaspadaan dan antisipasi terhadap perlambatan arus di kawasan tersebut sangat disarankan selama tiga hari prosesi wisuda ini berlangsung.
- Penulis Merupakan Mahasiswa Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) Jakarta

