Oleh : Aisyah Adibah Ramadhani
Di antara golongan darah manusia yang sudah diketahui, tidak ada yang paling langka, misterius, dan paling paradoks dibandingkan dengan Golden Blood – istilah yang dipopulerkan dari fenotipe Rh-null. Golongan darah ini sangat langka dan perkiraan jumlahnya tidak lebih dari 50 orang di seluruh dunia. Angka ini dihitung dari laporan media, laporan registri donor internasional serta publikasi hematologi langka yang memperjelas kasus-kasus Rh-null dari negara-negara berbeda, seperti semenanjung Iberia, Jerman, Brasil, Australia, Jepang, dan Timur Tengah.
Rh-null adalah kondisi langka di mana seseorang “selamat” tanpa satu antigen Rhesus pun pada permukaan sel darah merahnya. Tidak hanya Rhesus D, tapi juga C, c, E, dan e, dan seluruh keluarga Rhesus pun turut hilang. Ini tidak sama dengan Rh-negatif, di mana seseorang juga bisa Rh-negatif tetapi memiliki antigen lain. Dalam hal Rh-null, sistem Rhesus dalam minimal hilang. Fenomena ekstrim terjadi karena mutasi pada gen seperti RHD, RHCE, atau gen regulator RHAG, yang memengaruhi pembentukan protein R. Penelitian terbaru bahkan menemukan mutasi formasi, pembagian basis dengan enolase, variant nonsense dan likuidasi ekspresi antigen Rh secara total.
Hal ini menjadikan Darah Emas salah satu sumber biologis paling berharga di dunia medis. Darah Rh-null dapat ditransfusikan kepada pasien dengan kelainan sistem Rhesus yang sangat langka, terutama pada kasus di mana pasien tersebut memiliki kompleks antibodi yang bereaksi dengan hampir semua golongan darah lainnya. Itulah sebabnya dalam kasus kritis, Darah Emas menjadi “pilihan terakhir” seseorang. Namun, ironinya cukup jelas: darah Rh-null memiliki risiko tinggi jika mereka perlu mentransfusikan darah mereka. Mereka tidak dapat menerima jenis darah selain Rh-null, yang menempatkan lingkup kehidupan mereka dalam lingkaran keberadaan yang selektif dan sempit. Dengan terbatasnya yang dapat menjadi donor mereka, satu kecelakaan atau pendarahan dapat mengakibatkan krisis medis yang serius. Oleh karena itu, lembaga transfusi internasional memantau dan memiliki pemegang Rh-null dalam basis data donor global mereka, sehingga mereka sering mengirimkan unit Rh-null beku yang berfungsi sebagai cadangan untuk jangka waktu lama.
Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa ketika pemegang Rh-null membutuhkan transfusi mendesak, darah yang tepat ditemukan, di mana pun donor berada. Selain masalah kelangkaan donor, penelitian juga menemukan bahwa Rh-null memiliki implikasi fisiologis. Tanpa protein Rh, membran eritrosit kurang stabil, dan dapat menunjukkan kerapuhan membran atau kecenderungan anemia hemolisis kronis. Dengan demikian, Ballas membuktikan bahwa ketiadaan protein Rh berdampak pada struktur seluler eritrosit, sehingga beberapa pasien Rh-null memerlukan kontrol hematologi seumur hidup. Dengan sifatnya yang unik dan langka, Rh-null menjadi salah satu misteri terbesar imunologi manusia—dulu. Oleh karena itu, Rh-null merupakan fenomena biologis yang sangat langka dan sekaligus krusial bagi dunia medis.
Antara Anugerah dan Ancaman: Risiko, Etika, dan Masa Depan Pemilik Golden Blood
Rh-null sering disebut sebagai “anugerah berbahaya”—anugerah bagi komunitas medis, tetapi berpotensi menjadi ancaman bagi pemiliknya. Kemampuannya untuk berfungsi sebagai donor universal bagi pasien dengan kelainan Rh membuatnya sangat mahal. Namun, bagi pemiliknya, hal ini dapat mengakibatkan keterasingan biologis: mereka hidup dengan risiko tidak adanya darah yang tersedia dalam keadaan darurat.
Dengan hanya sekitar 50 orang di seluruh dunia yang diketahui memiliki Rh-null, jaringan donor global sangat penting untuk koordinasi nasional. Beberapa rumah sakit bahkan memiliki darah Rh-null yang di kriopreservasi, yang dapat disimpan hingga sepuluh tahun. Namun, logistik ini membutuhkan biaya tinggi, tujuan hukum internasional, dan transportasi medis yang cermat. Selain itu, ada dimensi etika yang tak kalah penting. Karena pemilik Rh-null sangat langka, informasi mereka dianggap sensitif. Dalam beberapa kasus, pemilik Rh-null dilaporkan menerima permintaan donor dari negara lain, yang berpotensi menimbulkan tekanan sosial atau emosional. Regulasi mengenai perlindungan data donor langka menjadi isu penting agar tidak terjadi eksploitasi atau komersialisasi darah langka.
Sementara itu, perkembangan bioteknologi membuka peluang baru. Penelitian terbaru mengenai mutasi pada RHAG dan RHCE menunjukkan pemahaman yang semakin mendalam tentang mekanisme pembentukan Rh-null. Ilmuwan juga sedang meneliti produksi sel darah merah buatan melalui teknik kultur sel atau rekayasa genetik, yang suatu hari nanti mungkin dapat menggantikan ketergantungan pada darah langka. Namun, pendekatan ini masih menghadapi tantangan besar dalam hal keamanan, biaya, dan persetujuan regulasi.
Walaupun demikian, hingga teknologi ini matang secara klinis, pemilik Golden Blood tetap berada dalam posisi paradoks: mereka memiliki darah yang bisa menyelamatkan banyak orang, tetapi keselamatan mereka sendiri sangat bergantung pada komunitas global yang kecil.
Jadi, Apakah Golden Blood adalah Anugerah atau Ancaman?
Jawabannya adalah dua-duanya. Bagi dunia medis, Rh-null adalah penyelamat langka. Bagi pemiliknya, ia adalah identitas biologis yang memerlukan perhatian khusus, perlindungan data, dan dukungan medis yang tepat. Fenotip ini mengingatkan kita bahwa tubuh manusia mampu menghasilkan keunikan yang luar biasa, tetapi keunikan tersebut datang dengan konsekuensinya sendiri.
- Penulis Mahasiswa Akuntansi Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya
Referensi :
- Thornton, N. M. (2016). The World Health Organization International Rare Donor Panel. Immunohematology, 32(1), 3–7. Diakses dari PubMed: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/27858412
- Nance, S., Scharberg, E. A., Thornton, N., Yahalom, V., Sareneva, I., & Lomas-Francis, C. (2016). International rare donor panels: a review. Vox Sanguinis, 110(3), 209–218. Diakses melalui Semantic Scholar: https://www.semanticscholar.org/paper/International-rare-donor-panels%3A-a-review-Nance-Scharberg/ee54a805a5430264f1894470d2e6ea472ebcbb87
- Rosenkrans, D., et al. (2023). Rh Blood Group System – an overview. StatPearls. Diakses dari NCBI Bookshelf: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK594252/
- Avent, N. D., & Reid, M. (2000). The Rh blood group system: a review. Blood, 95(2), 375–387. Diakses dari American Society of Hematology: https://ashpublications.org/blood/article/95/2/375/138582/The-Rh-blood-group-system-a-review
- Nardozza, L. M. M., et al. (2010). The molecular basis of Rh system and its clinical relevance. Revista da Associação Médica Brasileira. (Artikel yang membahas dasar molekuler sistem Rh) Diakses dari SciELO: https://www.scielo.br/j/ramb/a/BB8fpp4Gb9y3SVChyHwMDps/?lang=en

