Penulis: TEMPO NEWS

Di era digital yang serba cepat ini, media sosial telah menjadi panggung utama untuk menunjukkan siapa diri kita. Melalui unggahan di Instagram, TikTok, dan YouTube, banyak orang membagikan potret hidup mereka mulai dari makanan yang dimakan, tempat yang dikunjungi, hingga kemewahan yang dimiliki. Fenomena ini dikenal dengan istilah flexing, atau pamer kekayaan dan pencapaian. Di satu sisi, ini bisa menjadi motivasi dan semangat bagi sebagian orang. Namun, di sisi lain, ketika dilakukan tanpa empati dan kesadaran sosial, flexing justru bisa melukai banyak hati dan menimbulkan gelombang ilfeel massal. Sosiolog dari Universitas Muhammadiyah Surabaya, Dr. Zainuddin Maliki, menyoroti fenomena ini dengan…

Read More

Di era digital saat ini, istilah “viral” sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Setiap hari, ada saja konten baik ataupun buruk berupa video, foto, ataupun tulisan yang mendadak ramai diperbincangkan di media sosial. Media sosial berkembang menjadi lebih luas dalam penyebaran informasi dan berita. Media sosial menjadi tempat dan wadah untuk memotivasi dan mempengaruhi masyarakat baik anak-anak bahkan orang dewasa. Nurdyansyah, seseorang penulis etika (2025), menyampaikan, bahwa dalam era digital saat ini, penggunaan teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi anak-anak generasi Z dan Alfa. Namun, penggunaan teknologi yang berlebihan dan tidak terkendali dapat berdampak negatif…

Read More

Ditengah kemajuan zaman yang serba digital dan terbuka, penerapan kode etik di dunia kerja kembali menjadi sorotan. Meskipun hampir semua institusi memiliki pedoman etika, tidak sedikit pelanggaran yang tetap terjadi, baik di sektor publik maupun swasta. Sejumlah pengamat menilai, bahwa kode etik kini terlalu sering diposisikan sebagai hafalan semata, bukan sebagai pedoman hidup yang dijalankan dalam praktik. Padahal, di era modern seperti sekarang, tindakan nyata jauh lebih penting daripada sekadar retorika. Sekadar Tahu Tak Lagi Cukup Hafal nilai “jujur”, “adil”, “akuntabel”, atau “berintegritas” bukan jaminan seseorang akan bertindak sesuai nilai tersebut. Etika sejati diuji bukan di ruang pelatihan, melainkan saat…

Read More

Oleh: Arisna Natalia Br Ginting Dalam pusaran globalisasi yang kian deras, dunia seperti menjadi satu etalase raksasa tanpa batas. Kita kini hidup dalam era dimana merek-merek global tidak hanya mendominasi pasar, tetapi juga meresap kedalam keseharian kita, membentuk gaya hidup, cara berfikir, bahkan membentuk identitas masyarakat. Di sudut-sudut kota dan desa, hadirnya merek internasional seperti H&M, Starbuck, Apple, hingga Netflix telah mengubah lanskap sosial budaya. Fenomena ini memang tak bisa dibendung sepenuhnya. Namun yang menjadi pertanyaan mendesak adalah ditengah derasnya arus globalisasi, kemana arah identitas lokal kita? Apakah kita hanya akan menjadi konsumen pasif dalam arus global, atau mampu menjadi…

Read More

Perkembangan teknologi informasi di era digital telah mengubah lanskap komunikasi publik secara drastis. Kini, siapapun dapat menyuarakan pendapatnya secara luas melalui media sosial dan berbagai platform daring hanya dengan sekali klik. Kemudahan akses ini memberikan ruang yang sangat terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, termasuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah, perilaku tokoh publik, maupun kinerja lembaga negara. Kritik pada hakikatnya merupakan wujud kepedulian sosial. Ia lahir dari niat tulus untuk mendorong perbaikan dan menghadirkan perubahan kearah yang lebih baik. Kritik yang konstruktif disampaikan dengan dasar yang jelas berlandaskan data, logika yang rasional, serta disertai niat untuk membangun, bukan menjatuhkan. Sebaliknya,…

Read More

Oleh: Deatri Samosir, Sanna Siahaan, dan Helena Sihotang, S.E., M.M. Etika profesi adalah landasan moral yang wajib dipegang setiap profesi, termasuk akuntan. Dalam dunia akuntansi, etika bukan hanya pelengkap, tetapi bagian utama dari tanggung jawab profesional. Tanpa etika, seorang akuntan bisa menyulap laporan keuangan, menyesatkan investor, bahkan menghancurkan reputasi perusahaan. Maka tidak heran, ketika pelanggaran etika terjadi, yang rusak bukan hanya angka, tetapi kepercayaan publik. Namun, ditengah tekanan dunia bisnis modern, masih banyak praktik manipulatif dan konflik kepentingan yang dilakukan oleh akuntan. Lantas, bagaimana peran etika profesi dalam mencegah hal itu terjadi? Pelanggaran Etika dalam Dunia Akuntansi Menurut jurnal karya…

Read More

Temponews.web.id, Surabaya – Sejumlah Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur baru-baru ini menggelar kegiatan pengabdian masyarakat berupa “Diskusi Kelompok Bertema Moderasi Beragama di Komunitas Masyarakat Karang Taruna”. Acara yang bertempat di Balai RW 01, Jl. Donowati No.37, Kelurahan Sukomanunggal, Kota Surabaya, Jawa Timur ini, bertujuan menyosialisasikan pentingnya toleransi dan kerukunan antarumat beragama di kalangan generasi muda, khususnya anggota Karang Taruna. Meningkatkan Pemahaman Toleransi di Kalangan Pemuda Kegiatan ini merupakan inisiatif dari program Mata Kuliah Umum (MKU) Agama Islam UPN “Veteran” Jatim dan melibatkan sembilan mahasiswa Angkatan 2024 sebagai implementasi tugas akhir. Puluhan peserta dari Karang Taruna “Bhakti Bhumi”…

Read More

Oleh : Fani Devikasari Abdul Mu’ti selaku Mendikdasmen RI mengumumkan bahwa ada sistem evaluasi baru. Dikutip dari akun YouTube Metro TV, Abdul Mu’ti mengatakan, “Kami akan memiliki sistem evaluasi baru yang dia akan berbeda dengan sebelumnya, tapi sistem evaluasi baru yang berbeda itu seperti apa, ya tunggu sampai kami umumkan”. Sistem evaluasi baru tersebut berkaitan dengan UN (Ujian Nasional) yang pernah diterapkan di Indonesia. Ujian Nasional atau UN pertama kali muncul pada tahun 2005. UN diperkenalkan oleh Muhammad Nuh. UN berfungsi sebagai alat untuk mengukur kompetensi akademik. UN dilakukan melalui tes objektif yang terstandarisasi diseluruh Indonesia. Akan tetapi, pada 1…

Read More

Oleh : Aulia Nisatul Arifah Pembelajaran bahasa Indonesia dapat memberikan dampak yang positif, diantaranya, yaitu pembelajaran bahasa Indonesia dapat memperkuat pemahaman nasional dan memperkuat budaya suatu bangsa. Upaya tersebut dapat dilakukan untuk dipertahankan dan dilestarikan supaya terus ada dan tidak punah.  Keterkaitan bahasa dengan bangsa Indonesia dapat dilihat dari berbagai bidang. Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan pikiran, gagasan, maupun perasaan. Pembelajaran bahasa Indonesia mengajarkan seseorang untuk menggunakan bahasa dengan baik dan benar. Guru memiliki peran penting dalam perkembangan siswa baik secara akademik, sosial, dan pembentukan karakter.. Hal ini memunculkan beberapa problem dalam pembelajaran bahasa Indonesia,…

Read More

Temponews.web.id, Surabaya – Ada yang baru pada Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru tahun 2025 di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Kali ini Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) Unesa membuka lima program studi baru. Kelima Prodi tersebut adalah sebagai berikut. I. S1 Akuakultur Prodi S1 Akuakultur atau Budi Daya Perairan mempelajari ilmu-ilmu dan teknologi budi daya perairan, serta pengelolaan kegiatan budi daya mulai dari perairan tawar, payau, dan laut; misalnya budi daya ikan dan non-ikan (udang, kerang, rumput laut).  Program Studi S1 Akuakultur Universitas Negeri Surabaya berada di bawah naungan Fakultas Ketahanan Pangan. Program studi ini bervisi mengembangkan program studi S1 Akuakultur yang…

Read More