Temponews.web.id, Lamongan – Pengurus Cabang (PC) Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Babat berupaya melakukan pencegahan penyebaran paham diluar Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja) An-Nahdliyah, salah satunya dengan cara memberikan label atau tanda pada Masjid dan Musholla yang memiliki hubungan dengan NU, baik secara struktur maupun kultur.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PC LTMNU Babat, Pak Aziz pada pertemuan Lailatul Ijtima’ yang dihadiri langsung Ketua PCNU Babat – KH Aim Ma’mun Afandi, MWC (Majelis Wakil Cabang) NU Se-Babat, Seluruh Banom NU dan Para Pengurus LTMNU Babat, di Dusun Tegalrejo – Desa Datinawong, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jum’at (23/09/2022).
“Lebelisasi ini akan dilakukan disetiap Masjid dan Musholla Se-Wilayah Kerja PCNU Babat melalui PC LTMNU Babat. Yangmana Tim khusus dibidang IT akan bertugas untuk mendata dan menginventarisir semua Masjid dan Musholla NU dengan melibatkan semua pengurus mulai dari tingkat MWC hingga Ranting NU, yang dimulai malam ini,” ucap Pak Aziz.
Ditambahkannya, bahwa labelisasi Masjid dan Musholla tersebut sebagai upaya untuk mengamankan aset warga NU.
“Pendataan terhadap Masjid dan Musholla NU ini, sangat penting untuk dilakukan sebagai upaya untuk mengamankan aset-aset NU dari serobotan kelompok lain yang berusaha menguasai Masjid-Masjid dan Musholla yang dibangun oleh orang NU,” imbuhnya.
Menurutnya, dari data yang didapat nantinya, PC LTMNU Babat akan mengetahui program di Masjid dan Musholla mana yang perlu untuk disinergikan dengan program Kemenag Kabupaten Lamongan, Tentunya program yang benar-benar bermanfaat untuk warga nahdliyin disekitarnya.
”Masjid dan Musholla merupakan tempat berkumpulnya warga NU untuk melaksanakan ibadah dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan keagamaan. Dengan adanya pendataan ini, paling tidak kami mengetahui Masjid dan Musholla mana saja diwilayah PCNU Babat yang merupakan aset NU dan menjadi milik jam’iyyah NU, sehingga kedepannya akan bersinergi dengan program Kemenag Kabupaten Lamongan,” jelasnya.
Disampaikan pula, bahwa tujuan sinergitas Kemenag Lamongan dan PCNU Babat adalah semata-mata untuk kemaslahatan ummat.
“Saya adalah orang NU yang berada di jajaran Pemerintahan, dan para kiai, ulama di Kabupaten Lamongan sebagai mitra saya dalam membangun berjalannya program untuk kemaslahatan ummat, kita menjadi khodimul ummah. Doakan, insyaallah kami akan melakukan yang terbaik untuk PCNU Babat, dengan catatan masukan serta saran dari para Kiai dan ulama yang kami siap menampung,” harapnya.

“Kinerja para Takmir Masjid dan Musholla NU harus terus ditingkatkan. Jangan sampai mengentengkan, sebab kelalaian itulah yang membuat orang Wahabi masuk dengan mudah,” tutur Kyai Ma’mun.
Kyai Ma’mun juga berharap, agar para Takmir Masjid dan Musholla NU lebih istiqomah dalam memakmurkan Masjid maupun Mushollanya, bukan ditentukan oleh bangunan fisik yang megah dan sejenisnya.
“Ingat, kemakmuran Masjid maupun Musholla itu bukan dinilai dari seberapa megahnya bangunan, tetapi seberapa banyak jama’ah yang istiqomah ke Masjid maupun Musholla tersebut,” tegasnya. *[TN]