Penulis: TEMPO NEWS

Oleh : Pipink Syahila Satu tahun yang lalu, ketika saya memilih untuk memasuki jurusan hukum, saya dihantui oleh pendapat negatif terkait jurusan hukum. Sekarang, saya mendapatkan pertanyaan dari adik kelas yang cukup dalam, yakni “Apakah belajar hukum itu haram karena akan mengarahkaan seseorang ke jalan yang tidak benar dan bertentangan?” Kalimat itu mungkin terdengar sederhana, tetapi bagi sebagian anak SMA yang sedang menimbang jurusan kuliah, kata “haram” itu bergema sangat dalam. Banyak yang akhirnya ragu memilih jurusan hukum karena takut dianggap seolah-olah mendukung sistem yang bertentangan dengan nilai agama. Meluruskan Kesalahpahaman Padahal, pemikiran semacam itu justru berangkat dari kesalahpahaman yang…

Read More

Oleh : Sabrina Septiani Setyawan I. Otonomi Tubuh Perempuan di Bawah Tekanan Sosial Tekanan sosial yang membatasi otonomi perempuan atas tubuhnya adalah masalah struktural yang mendalam. Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 menunjukkan bahwa mayoritas perempuan usia 15–49 tahun yang menikah belum memiliki kendali penuh atas keputusan kesehatannya. Sekitar 36% perempuan harus mendapat persetujuan pasangan untuk mengakses layanan kesehatan, dan lebih dari 25% melaporkan bahwa keputusan penggunaan kontrasepsi tidak sepenuhnya di tangan mereka. Pola ini sejalan dengan temuan Komnas Perempuan tahun 2023 yang mencatat masih tingginya pembatasan terhadap otonomi tubuh perempuan melalui kontrol keluarga dan pasangan. Situasi…

Read More

Oleh : Tsabita Rahma Maulida Setiap bangsa membawa bekas luka, tidak hanya dari peperangan atau bencana, tetapi dari trauma kolektif dan ketimpangan yang tak juga tertambal. Di Indonesia, luka-luka lama itu merebak dalam relung sosial: dari cerita keluarga yang tersimpan diam-diam hingga jurang fasilitas antara kota besar dan daerah tertinggal. Bila diperhatikan, saat ini kita bukan sekadar melihat sebuah “kasus”, melainkan sebuah pola yang menggambarkan mengapa masyarakat menjadi subjek utama dalam luka yang tak kunjung pulih. Kisah ini bukan hanya tentang masa lalu yang sudah terjadi, melainkan tantangan yang terus menganga hingga masa mendatang. Trauma Kolektif yang Belum Terurai Trauma…

Read More

Oleh : Wulan Ramadani Ketika jalan pintas penggunaan joki tugas dianggap wajar, maka integritas akademik perlahan terkubur demi nilai instan. Titik kritis dari masalah ini sederhana, jika hasil tugas kita bisa dibeli, apa arti dari nilai yang kita dapatkan? Dahulu, menyontek dilakukan secara sembunyi-sembunyi karena rasa malu. Namun, joki tugas saat ini bukan lagi rahasia umum, mereka hadir terang-terangan di media sosial, lengkap dengan promosi dan testimoni layaknya bisnis yang sah. Bahkan tidak sedikit pula akun penyedia jasa joki yang memiliki ratusan ribu pengikut. Normalisasi joki bukan hanya sekedar masalah malas, tetapi sebuah cacat logika berpikir yang menukar kompetensi jangka…

Read More

Temponews.web.id, Surabaya – Mahasiswa bukan hanya agen perubahan di lingkungan kampus, tetapi juga di ruang-ruang sosial tempat masyarakat membangun kehidupan sehari-hari. Semangat itulah yang dibawa oleh Kelompok 6 Kelas PDB (Pembelajaran Dasar Bersama) 55 Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya ketika melaksanakan Proyek Kebangsaan bertema “Kearifan Lokal,” pada Sabtu (25/10/2025), di Balai RW.06 Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur. Dengan menerapkan visi “Menumbuhkan semangat kewirausahaan sosial berbasis kearifan lokal dengan memanfaatkan potensi alam Indonesia secara inovatif dan amanah”, program ini hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat rasa kebermaknaan mahasiswa sebagai bagian dari pembangunan bangsa. Kegiatan ini secara khusus diarahkan…

Read More

Oleh : Emilin Garneta Lana Beberapa minggu lagi kita sudah memasuki akhir tahun, yang dimana para mahasiswa di Indonesia akan berbondong-bondong pulang ke kampung halamannya. Mereka dengan kesadaran penuh sudah merencanakan berbagai aktivitas di kampung halaman selama liburan akhir tahun. Berbicara soal liburan, banyak sekali hal-hal yang dapat dilakukan, contohnya seperti pergi ke tempat wisata. Tempat wisata bukan hanya sekedar tempat untuk bersenang-senang seperti tempat bermain ataupun kebun binatang, tetapi tempat wisata juga dapat memberikan kita banyak ilmu pengetahuan baru, contohnya seperti museum. Museum merupakan tempat penyimpanan barang-barang maupun cerita bersejarah. Dilansir dari Museum Pendidikan Nasional, museum sebagai wadah penjagaan…

Read More

Oleh : Kyla Thea Agustin Ramadhani “Kebebasan berbicara merupakan salah satu bentuk partisipasi politik yang harus dijalankan dengan tanggung jawab moral sebagai warga negara demokratis. – Prof. Ramlan Surbakti 1992.” Hak, Tanggung Jawab, dan Rasionalitas Berbicara Dalam kehidupan demokratis, kebebasan berbicara sering dipandang sebagai salah satu hak paling mendasar yang dimiliki setiap individu. Namun, di balik hak tersebut, terdapat tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa kebebasan berbicara tidak disalahgunakan. Dalam konteks berpikir logis dan kritis, berbicara tidak hanya soal menyampaikan pendapat, tetapi juga bagaimana pendapat itu dibangun atas dasar rasionalitas, data, dan pertimbangan etika. Banyak orang sering menganggap kebebasan berbicara berarti bebas berkata apa saja, padahal kebebasan tersebut tetap harus diiringi…

Read More

Oleh : Maritza Elok Permatasari Pada malam Senin, 24 November 2025, seorang penumpang bernama Anita Dewi mengaku kehilangan sebuah tumbler bermerek “Tuku” saat melakukan perjalanan dengan KAI Commuter rute Tanah Abang Rangkasbitung. Anita menyatakan bahwa ia sempat meninggalkan cooler bag miliknya di gerbong wanita saat turun di Stasiun Rawa Buntu sekitar pukul 19.40 WIB. Di dalam cooler bag tersebut terdapat tumbler Tuku berwarna biru yang ia nilai senilai sekitar Rp 300.000. Tak lama setelah pelaporan, petugas KAI melacak dan menemukan cooler bag tersebut. Dalam laporan media disebut bahwa ketika ditemukan, kondisi tas termasuk tumbler di dalamnya masih utuh, dan petugas…

Read More

Oleh : Marshanda Rafifah Ardinta Definisi dan Pertanyaan Utama Budaya kerja keras yang tak kenal lelah (hustle culture) adalah fenomena yang mencerminkan gaya hidup dimana kerja keras tanpa henti dan produktivitas konstan menjadi ukuran utama kesuksesan. Dalam masyarakat modern, fenomena ini sering dipuja sebagai jalan menuju pencapaian tujuan dan kemakmuran finansial. Namun, hal ini juga memiliki konsekuensi negatif bagi kesehatan mental dan fisik banyak individu, terutama mereka yang menghabiskan sebagian besar hidupnya terjebak dalam rutinitas yang penuh tekanan. Lalu, bagaimana dengan para pensiunan? Apakah mereka dapat sepenuhnya terbebas dari tekanan budaya kerja keras setelah masa kerja mereka berakhir? Dampak Negatif…

Read More

Oleh : Adinda Setyaningrum Saya memiliki keyakinan mendasar bahwa pendidikan adalah landasan utama kemajuan suatu bangsa. Tanpa sistem pendidikan yang kuat dan merata, generasi muda kita berisiko kehilangan arah, dan Indonesia terancam tertinggal dalam persaingan global yang semakin ketat. Tantangan Ketimpangan dan Akses Sebagai seorang Mahasiswa, saya tidak jarang merenungkan sebuah pertanyaan krusial: Apakah setiap anak di Indonesia benar-benar mendapatkan kesempatan belajar yang setara? Faktanya, jawabannya adalah belum. Ketimpangan pendidikan masih menjadi isu nyata. Di banyak daerah, fasilitas pendidikan belum memadai, jumlah guru berkualitas terbatas, dan budaya literasi belum tersebar secara merata. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman, kondisi ini secara langsung…

Read More