Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sapi Pasundan: Antara Ilusi Daging Premium dan Realitas Pasar Qurban

    16 Agustus 2026

    Swasembada Susu, Kuncinya di Lahan Pakan

    15 Agustus 2026

    Strategi Ketahanan Pangan Nasional Melalui Susu Non-Sapi Nusantara

    15 Agustus 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Sapi Pasundan: Antara Ilusi Daging Premium dan Realitas Pasar Qurban
    • Swasembada Susu, Kuncinya di Lahan Pakan
    • Strategi Ketahanan Pangan Nasional Melalui Susu Non-Sapi Nusantara
    • Peluang Dairy Beef Cattle di Tengah Tekanan Kurs
    • Ketika Limbah Pertanian Menjadi Pakan Bernilai
    • Terobosan Pakan Fungsional Daun Kari: Solusi Peternakan Modern yang Sehat dan Ramah Lingkungan
    • Hanjeli: Tanaman Pangan yang Diam-Diam Berpotensi Jadi Pakan Ternak
    • Dedak Padi: Dari Limbah Penggilingan Menuju Kemandirian Pakan Unggas
    Facebook X (Twitter) Instagram
    TEMPO NEWSTEMPO NEWS
    Demo
    • HOME
      • BERITA
        • PERISTIWA
        • NASIONAL
        • JABODETABEK
      • JATIM
        • LAMONGAN
        • BOJONEGORO
        • TUBAN
        • GRESIK
        • SURABAYA
        • MADURA
    • POLITIK
      • PEMERINTAHAN
        • GUBERNUR
        • BUPATI
        • PEMDA
        • DESA
        • PEMBANGUNAN
      • LEGISLATIF
        • DPR RI
        • DPRD
      • PEMILU
        • PARPOL
    • EKONOMI
      1. UMKM
      2. KOPERASI
      3. BANK
      4. KULINER
      Featured

      Proyek Besar, Sistem Rapuh, dan Kepemimpinan yang Diperlukan

      By TEMPO NEWS16 Desember 202573
      Recent

      Proyek Besar, Sistem Rapuh, dan Kepemimpinan yang Diperlukan

      16 Desember 2025

      Tren Self-Reward Gen Z: Terapi Emosional atau Pelarian dari Tanggung Jawab Finansial?

      16 Desember 2025

      Menteri Keuangan Baru Harapan Gen-Z

      15 Desember 2025
    • HUKUM
      1. TNI
      2. POLISI
      3. ADVOKASI
      4. View All

      Manajemen Keuangan Vs. Komitmen Pernikahan: Analisis Kritis Perceraian di Pasangan Muda

      26 Oktober 2025

      Panel Mikroalga-IoT: Strategi Biologis Cerdas Penghapus Polusi Kota

      26 Oktober 2025

      Kamtibmas di Lamongan Diperkuat Demi Pemilu Berjalan Damai

      13 November 2023

      Jaga Ketahanan Pangan, Program Tersapujagad Prioritaskan Tanaman Jagung

      24 Mei 2023

      Penyelesaian Damai di Polsek Panceng: Advokat UMRUL FARIS Kukuhkan Komitmen pada Keadilan Restoratif

      11 Oktober 2025

      Hari Juang Polri : Momentum Polri Untuk Terus Berbenah Diri Menjadi Tameng Utama Keamanan Masyarakat

      2 Agustus 2025

      Kamtibmas di Lamongan Diperkuat Demi Pemilu Berjalan Damai

      13 November 2023

      Efektif Atasi Kesehatan Mental, Bupati Yes Apresiasi Yayasan Berkas Bersinar Abdi Lamongan

      25 Juni 2023

      Penyelesaian Damai di Polsek Panceng: Advokat UMRUL FARIS Kukuhkan Komitmen pada Keadilan Restoratif

      11 Oktober 2025

      Desak Transparansi Program JAMULA, HmI Lamongan Audiensi dengan Dinas PU Bina Marga

      9 September 2025

      Lawan Hoaks, HmI Lamongan Kunjungi Bakesbangpol

      8 September 2025

      UMRUL FARIS: Advokat Yang Piawai Mengutamakan Perdamaian Demi Kepentingan Klien

      2 September 2025

      Program MBG: Antara Kebijakan, Realisasi Porsi, dan Potensi Penyimpangan

      14 Desember 2025

      Eksternalitas Perusahaan Rokok Terhadap Dampak Kegagalan Pasar di Indonesia

      10 Desember 2025

      Ketika Wajah Kita Bukan Lagi Milik Kita

      8 Desember 2025

      Ketika Keadilan Hanya Milik Mereka yang Kuat dan Berkuasa

      1 Desember 2025
    • AGRO
      1. PERTANIAN
      2. PERIKANAN
      3. PETERNAKAN
      Featured

      Sapi Pasundan: Antara Ilusi Daging Premium dan Realitas Pasar Qurban

      By TEMPO NEWS16 Agustus 202632
      Recent

      Sapi Pasundan: Antara Ilusi Daging Premium dan Realitas Pasar Qurban

      16 Agustus 2026

      Swasembada Susu, Kuncinya di Lahan Pakan

      15 Agustus 2026

      Strategi Ketahanan Pangan Nasional Melalui Susu Non-Sapi Nusantara

      15 Agustus 2026
    • EDUKASI
      • KAMPUS
        • UNISLA
      • SEKOLAH
      • PONPES
    • LIFESTYLE
      • SPORT
        • SILAT
        • POBSI
      • KESEHATAN
      • OTOMOTIF
      • TEKNOLOGI
    • RAGAM
      • AGAMA
      • SOSBUD
      • KESENIAN
      • LH
      • SEJARAH
    • EDITORIAL
      • LEMBAGA
        • NU
        • MUHAMMADIYAH
        • HmI
      • EVENT
      • TOKOH
      • TN
        • ARTIKEL
    TEMPO NEWSTEMPO NEWS
    Beranda » Kredibilitas Dunia Pendidikan Era Nadiem Makarim: Antara Harapan dan Kontroversi
    Artikel

    Kredibilitas Dunia Pendidikan Era Nadiem Makarim: Antara Harapan dan Kontroversi

    TEMPO NEWSBy TEMPO NEWS7 September 2025Updated:7 September 2025Tidak ada komentar159 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Oleh: Caren I.A Tabun

    ​Penangkapan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim atas dugaan kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook senilai Rp 9,9 triliun telah mencoreng wajah dunia pendidikan Indonesia. Kasus ini sontak menimbulkan keraguan publik terhadap kredibilitas berbagai program kerja yang diluncurkannya selama menjabat. Di antara program-program tersebut, Kurikulum Merdeka yang digagas pada tahun 2020, dan kebijakan penghapusan Ujian Nasional (UN) menjadi sorotan utama.

    ​Setelah lebih dari empat tahun berjalan, Kurikulum Merdeka menuai banyak pertanyaan. Muncul isu bahwa banyak siswa tidak berkembang sesuai harapan, sehingga memicu keraguan publik terhadap kredibilitas pendidikan di era kepemimpinan Nadiem Makarim.

    ​Harapan Awal Kurikulum Merdeka

    ​Kurikulum pendidikan di Indonesia telah mengalami berbagai perubahan historis sejak tahun 1947 hingga tahun 2018.. Dimulai dari kurikulum 1947, lalu tahun 1964, tahun 1968, tahun 1973, tahun 1975, tahun 1984, tahun 1994, tahun 1997 (revisi kurikulum  1994),  tahun  2004  (Kurikulum  Berbasis  Kompetensi),  dan  kurikulum  2006  (Kurikulum  Tingkat Satuan  pendidikan),  dan  pada  tahun  2013  pemerintah melalui  kementerian  pendidikan  nasional  mengganti kembali  menjadi  kurikulum  2013  (Kurtilas)  dan  pada tahun  2018  terjadi  revisi  menjadi Kurtilas Revisi.

    ​Di awal jabatannya, Nadiem Makarim memperkenalkan Kurikulum Merdeka yang digadang-gadang sebagai pendorong terwujudnya Indonesia Emas 2045. Kurikulum ini memberikan kebebasan kepada guru dan siswa dalam metode pembelajaran. Menurut Koesoema (2020), asumsi utama Kurikulum Merdeka adalah “pemberian kepercayaan kepada guru, sehingga guru merasa merdeka dalam melaksanakan pembelajaran”.

    ​Pembelajaran berbasis proyek dalam Kurikulum Merdeka juga diharapkan dapat membuat materi lebih relevan dan interaktif, memberikan kesempatan bagi siswa untuk secara aktif menggali isu-isu faktual (Restu Rahayu, 2022). Dengan kebebasan belajar ini, diharapkan siswa dapat tumbuh menjadi individu yang kreatif, kritis, dan mampu mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

    ​Kontroversi Penghapusan Ujian Nasional

    ​Kebijakan penghapusan Ujian Nasional (UN) menuai pro dan kontra di masyarakat. Di satu sisi, banyak yang melihatnya sebagai upaya menghapus diskriminasi terhadap siswa. Selama ini, nilai UN sering kali menjadi satu-satunya tolak ukur kecerdasan, mengabaikan kecerdasan majemuk yang dimiliki setiap individu.

    ​Howard Gardner melalui teorinya tentang kecerdasan majemuk menekankan bahwa kecerdasan tidak hanya dapat diukur dari skor standar, tetapi juga dari kemampuan seseorang dalam menyelesaikan masalah dan menciptakan hal baru (Kadek Suarca, Soetjiningsih, IGA. Endah Ardjana, 2005). Setiap individu memiliki kelebihan dan kekurangan yang unik, seperti analogi “apakah ikan dapat bertahan hidup di darat atau ayam di dalam air?”. Sama halnya dengan siswa, tidak semua memiliki kecerdasan akademis yang sama, namun mereka pasti memiliki kecerdasan lain yang perlu diasah.

    ​Namun, di sisi lain, sebagian masyarakat berpendapat bahwa penghapusan UN berdampak negatif pada semangat belajar siswa. Motivasi dan etika pelajar dianggap menurun karena tidak adanya “tuntutan akhir” yang memacu mereka untuk belajar lebih giat. Penelitian oleh Salakhuddin Ghani dan Mustafid Zharfa (2020) menunjukkan bahwa penghapusan UN menghilangkan salah satu faktor peningkat motivasi belajar siswa.

    ​Keterkaitan Kurikulum Merdeka dengan Penghapusan Ujian Nasional

    ​Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), merdeka berarti bebas, lepas dari tuntutan, dan tidak terikat. Filosofi ini sejalan dengan penghapusan UN. Kebijakan ini membebaskan siswa dari beban belajar yang berorientasi pada nilai akhir, sehingga mereka dapat fokus pada proses pembelajaran. Penelitian oleh Pretty Sinambela, Sigit Suhada, dan Ganjar Susilo (2020) menyebutkan bahwa UN hanya melihat hasil akhir, bukan proses yang telah dilalui siswa selama tiga tahun.

    ​Kurikulum Merdeka menanamkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila, yang mencakup elemen-elemen seperti beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mandiri, bergotong royong, berkebinekaan global, bernalar kritis, dan kreatif. Pendidikan karakter ini diharapkan menjadi pondasi kuat bagi pelajar Indonesia dalam menyongsong masa depan, tidak hanya membentuk sikap, tetapi juga kreativitas.

    ​Apakah Kredibilitas Dunia Pendidikan Era Nadiem Makarim Dapat Dipercaya?

    ​Jawaban atas pertanyaan ini bersifat relatif. Sebagai seorang pelajar, program-program Nadiem Makarim, terutama yang membebaskan siswa untuk menentukan pilihan belajarnya, mungkin dianggap kredibel. Namun, dari sudut pandang masyarakat luas, kredibilitas tersebut dipertanyakan. Isu menurunnya semangat dan etika pelajar, serta hambatan dalam implementasi Kurikulum Merdeka di lapangan, menjadi bukti bahwa ada tantangan besar yang harus dihadapi. Tidak semua pendidik dapat menerima dan menerapkan kurikulum ini dengan baik.

    ​Sangat disayangkan, dugaan kasus korupsi yang menjerat Nadiem Makarim seolah menodai nilai-nilai yang berusaha ditanamkan dalam kurikulum dan kebijakan yang ia buat. Hal ini wajar jika masyarakat mempertanyakan kredibilitas dunia pendidikan di eranya, karena kasus tersebut telah meruntuhkan kepercayaan publik.

    Penulis Merupakan Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    TEMPO NEWS
    TEMPO NEWS
    • Website

    Related Posts

    Sapi Pasundan: Antara Ilusi Daging Premium dan Realitas Pasar Qurban

    16 Agustus 2026

    Swasembada Susu, Kuncinya di Lahan Pakan

    15 Agustus 2026

    Strategi Ketahanan Pangan Nasional Melalui Susu Non-Sapi Nusantara

    15 Agustus 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    TERPOPULER

    Mengawal Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih: Sebuah Refleksi Kritis

    17 November 20251,159

    Ada Golongan Darah Baru “Golden Blood”, Anugerah atau Ancaman bagi Mereka yang Memilikinya?

    23 November 20251,111

    Akhir Tahun Datang! Ini Alasan Mahasiswa Harus Mampir ke Museum

    28 November 2025641

    Darurat Literasi 2025: Ketika Generasi Digital Tak Mampu Membaca

    16 November 2025607
    TERBARU
    Agrokomplek

    Sapi Pasundan: Antara Ilusi Daging Premium dan Realitas Pasar Qurban

    By TEMPO NEWS16 Agustus 202632

    Oleh : Mansyur Di tengah upaya nasional untuk mengejar kemandirian pangan dan mengangkat harkat komoditas…

    Swasembada Susu, Kuncinya di Lahan Pakan

    15 Agustus 2026

    Strategi Ketahanan Pangan Nasional Melalui Susu Non-Sapi Nusantara

    15 Agustus 2026

    Peluang Dairy Beef Cattle di Tengah Tekanan Kurs

    15 Agustus 2026
    IKUTI KAMI
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    • WhatsApp
    • Telegram
    Demo
    TENTANG KAMI

    TEMPO NEWS
    Media Inspirasi Hidupmu

    Hubungi Kami
    Email : temponews007@gmail.com
    Contact: +62-852-3337-6966

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp
    TERBARU

    Sapi Pasundan: Antara Ilusi Daging Premium dan Realitas Pasar Qurban

    16 Agustus 2026

    Swasembada Susu, Kuncinya di Lahan Pakan

    15 Agustus 2026
    TERPOPULER

    Mengawal Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih: Sebuah Refleksi Kritis

    17 November 20251,159

    Ada Golongan Darah Baru “Golden Blood”, Anugerah atau Ancaman bagi Mereka yang Memilikinya?

    23 November 20251,111
    © Copyright 2023 TEMPO NEWS - All Rights Reserved
    • Home
    • Redaksi
    • Siber
    • Disclaimer
    • Tulisan
    • Iklan

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.