Temponews.web.id, Madiun – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 142 Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) mengajak warga Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, untuk membuat sabun ramah lingkungan dari buah lerak. Pelatihan ini diadakan pada Minggu (17/08/2025), di SDN 2 Kaliabu, dengan tujuan memberikan alternatif produk pembersih alami yang sehat, ekonomis, dan aman bagi lingkungan.
Kegiatan yang diadakan 10 Mahasiswa KKN 142 UNS ini, diikuti oleh kelompok ibu-ibu senam Sumberjo dan berlangsung dari proses perendaman hingga pengemasan produk. Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk mempelajari cara baru memanfaatkan buah lerak.
Meski demikian, proses pembuatan sabun lerak membutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar dua hingga empat hari untuk perendaman. Hal ini membatasi jumlah produksi dalam jangka pendek. Selain itu, minimnya pengalaman awal masyarakat dalam mengolah buah lerak juga menjadi kendala teknis.
”Kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi ibu-ibu, karena bisa mendapatkan ilmu membuat sabun yang ramah lingkungan dan ekonomis,” ujar Bu Nurul, salah satu koordinator dan peserta senam Sumberjo.

Melalui program ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi penggunaan sabun berbahan kimia. Kehadiran kelompok ibu-ibu senam dengan solidaritas tinggi menjadi kekuatan utama dalam mendukung keberlanjutan program sabun lerak sebagai produk lokal ramah lingkungan.
Wahyu Aji Sutanto, Ketua Kelompok 142 KKN UNS, menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.
”Program ini mengajarkan pengelolaan limbah kimia secara kreatif untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan dampak perubahan iklim,” terang Wahyu.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Desa Kaliabu berencana melakukan pendampingan secara berkala untuk memastikan program ini berjalan terus. Tokoh masyarakat juga akan berperan aktif mengajak warga untuk terus mempraktikkan pembuatan sabun lerak dalam kehidupan sehari-hari. *[UNS/TN]

