Oleh : Bilqis Vivian Putri
Demo di Nepal beberapa waktu lalu mengingatkan kita akan dinamika politik yang kompleks dan penuh tantangan di negara-negara berkembang. Di tengah-tengah kekecewaan terhadap elite politik dan sistem demokrasi yang dinilai tidak adil, generasi muda Nepal mengambil langkah berani untuk menyuarakan aspirasi mereka.
Begitu juga pola kerusuhan yang terjadi, dipengaruhi adanya provokator yang tampak terlatih dalam memicu kerusuhan. Menarik untuk diamati adalah aksi kerusuhan di Nepal dan Indonesia, tanpa hadirnya tokoh sentral sebagai simbol gerakan aksi tersebut.
Aksi demonstrasi anarkis yang kemudian menjadi kerusuhan, disebabkan oleh akumulasi kesamaan kekecewaan generasi Z, akibat penyelenggaraan negara yang terus menerus mendaur ulang manipulasi demokrasi untuk merampas hak-hak dasar rakyat, demi merebut atau mempertahankan kekuasaan elite politik dan oligarki. Namun, pertanyaan besar yang muncul adalah: apa yang dapat kita pelajari dari pengalaman Nepal, dan bagaimana Indonesia dapat mengambil pelajaran dari dinamika ini?
Pelajaran Berharga bagi Indonesia – Demo di Nepal menunjukkan bahwa generasi muda semakin tidak sabar dengan keadaan politik yang stagnan dan dinilai tidak mewakili kepentingan rakyat. Mereka menuntut perubahan nyata dan transparansi dalam pemerintahan. Hal ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi pemerintah Indonesia untuk memastikan bahwa aspirasi generasi muda dapat diserap dan ditindaklanjuti.
Sebagai negara demokrasi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia memiliki pengalaman serupa dalam mengelola dinamika politik dan aspirasi masyarakat. Penting bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk belajar dari pengalaman Nepal dan memastikan bahwa sistem demokrasi kita tidak hanya berjalan secara prosedural, tetapi juga substantif, dengan memperhatikan kebutuhan dan aspirasi generasi muda.
Masa Depan Politik – Demo di Nepal juga menunjukkan bahwa generasi muda semakin memainkan peran penting dalam menentukan arah politik suatu negara. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan partai politik untuk lebih mendengarkan dan merespons aspirasi mereka, serta memastikan bahwa kebijakan yang diambil dapat menjawab kebutuhan dan harapan generasi muda.
Era reformasi yang seharusnya membawa perubahan signifikan dalam sistem politik dan pemerintahan, justru hanya menyajikan gaya hidup hedonis dan “political flexing” sebagai budaya politik baru yang tidak memiliki korelasi dengan akar budaya bangsa ini. Generasi Z, dengan semangat dan idealisme mereka, akan menjadi agen perubahan besar kehidupan berbangsa dan bernegara melalui “jalan revolusi”. Ucapan “selamat datang revolusi Indonesia” yang telah disampaikan oleh Gen Z pada acara demo Agustus kelabu 2025 yang lalu, menjadi tanda bahwa perubahan besar sedang menanti di depan mata.

Tantangan dan Peluang – Dalam konteks ini, Indonesia memiliki tantangan besar untuk memastikan bahwa sistem demokrasi yang ada dapat menjawab kebutuhan dan aspirasi generasi muda. Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk menciptakan sistem politik yang lebih inklusif, transparan, dan akuntabel.
Dengan demikian, pengalaman Nepal dapat menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia untuk memperkuat sistem demokrasi dan memastikan bahwa aspirasi generasi muda dapat disuarakan dan diakomodasi dalam proses politik.
Menuju Demokrasi yang Lebih Baik – Pelajaran dari demo di Nepal dan dinamika politik di Indonesia menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah politik suatu negara. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan partai politik untuk lebih responsif terhadap aspirasi generasi muda dan memastikan bahwa kebijakan yang diambil dapat menjawab kebutuhan dan harapan mereka. Dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, kita dapat menciptakan sistem politik yang lebih baik dan mewujudkan cita-cita demokrasi yang lebih baik pula.
Dengan demikian, mari kita jadikan pengalaman Nepal sebagai pelajaran berharga untuk memperkuat demokrasi di Indonesia. Kita perlu memastikan bahwa aspirasi generasi muda dapat disuarakan dan diakomodasi dalam proses politik, serta menciptakan sistem politik yang lebih inklusif, transparan, dan akuntabel. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan, serta memastikan bahwa kebijakan yang diambil dapat menjawab kebutuhan dan harapan generasi muda.
Dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih baik bagi Indonesia, di mana demokrasi benar-benar menjadi landasan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mari kita wujudkan cita-cita demokrasi yang lebih baik, dengan mendengarkan aspirasi generasi muda dan memperkuat fondasi demokrasi kita. Dengan demikian, kita dapat menciptakan Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan berdaulat, di mana setiap warga negara dapat hidup dengan bermartabat dan memiliki kesempatan yang sama untuk maju dan berkembang.
Penulis Merupakan Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya

