Temponews.web.id, Cirebon – Mahasiswa dan dosen dari Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan (UMMADA) Cirebon menggelar program pengabdian masyarakat untuk mencegah stunting. Mereka melatih ibu-ibu rumah tangga di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, berinovasi mengolah limbah tempe dan daun kelor menjadi tepung bergizi yang disebut “Kelora”. Tepung ini ditujukan sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita stunting.
Ucha Indra Gunawan, selaku Kordinator Tim Pengabdian Masyarakat UMMADA Cirebon menyampaikan, bahwa kegiatan yang bertema “Pemanfaatan Limbah Tempe dan Tanaman Kelor Menjadi Tepung pada Ibu-Ibu Rumah Tangga untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Balita Stunting’ ini, didanai KEMENDIKTISAINTEK RI melalui program hibah Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) yang dilaksanakan dari 28 Mei hingga 11 September 2025.
“Program ini berawal dari keprihatinan Tim Pengabdian Masyarakat UMMADA Cirebon terhadap tingginya angka stunting di daerah tersebut dan kurangnya pemanfaatan bahan pangan lokal yang bernutrisi tinggi, serta perwujudan dan dukungan untuk program pemerintah seperti IKU, SDG’s, Asta Cita dan RRIN,” ungkap Ucha Indra Gunawan, Kamis (18/09/2025).
Ucha Indra Gunawan meyakini, bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya bergantung pada bantuan makanan instan. Solusi yang lebih berkelanjutan harus berbasis pada potensi lokal yang ada. Yangmana Limbah tempe, yang sering kali terbuang, sebenarnya kaya akan protein, sementara daun kelor yang melimpah di sekitar masyarakat jarang dimanfaatkan secara optimal.
“Melalui inovasi tepung Kelora, UMMADA Cirebon ingin menunjukkan bahwa pencegahan stunting bisa dilakukan dengan cara yang sederhana, murah, dan berkelanjutan. Tepung ini tidak hanya menjadi sumber gizi tambahan bagi balita, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi keluarga,” jelas Ucha Indra Gunawan.

Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan edukasi mengenai manfaat kesehatan dari limbah tempe dan daun kelor. Mereka juga diajarkan proses pembuatan Tepung Kelora, mulai dari pengolahan, pengeringan, penggilingan, hingga pengemasan. Tidak hanya itu, ibu-ibu juga dilatih membuat berbagai olahan makanan dari tepung Kelora serta strategi pemasarannya.
Ibu Mila Diniawati, Ketua PKK Kelurahan Argasunya, menyambut baik program ini. “Program ini sangat bermanfaat karena dapat memberdayakan ibu-ibu dalam memanfaatkan limbah tempe dan kelor. Harapan kami, produk Kelora bisa menjadi solusi praktis untuk mencegah stunting, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi keluarga,” ujarnya.
Melalui program ini, Tim Pengabdian Masyarakat UMMADA Cirebon berharap, ibu-ibu rumah tangga dapat memproduksi tepung Kelora secara mandiri, sehingga balita di daerah mereka bisa mendapatkan asupan nutrisi yang lebih baik. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat menciptakan kemandirian masyarakat dan memberikan nilai tambah bagi keluarga serta lingkungan.
“Tim Pengabdian Masyarakat UMMADA Cirebon mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung, termasuk Lurah Argasunya, Bapak Mardiansyah, S.A.B., Ibu-ibu PKK Kelurahan Argasunya, Kemendikbud Ristek, dan UMMADA Cirebon,” pungkas Ucha Indra Gunawan bersemangat.

Adapun Tim Pengabdian Masyarakat UMMADA Cirebon terdiri dari Prodi Kebidanan dan Manajemen, yakni :
1. Ucha Indra Gunawan, SE.,MM. (Manajemen)
2. Siti Difta Rahmatika, SST.,M.KM. (Kebidanan)
3. Dr. Ria Yulianti, TW, SST.,M.Kes (Kebidanan). *[UMMADA/TN]

