Oleh: Frida Dwi Lestari
Sebuah tragedi menimpa Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, pada Senin sore, 29 September 2025. Sekitar pukul 15.00 WIB, bangunan mushala empat lantai ambruk saat ratusan santri tengah melaksanakan salat Asar berjemaah. Dalam hitungan detik, bangunan itu berubah menjadi tumpukan puing dan jerit minta tolong menggema di lokasi kejadian.
Pencarian atau Evakuasi di lakukan hingga pencarian ditutup pada 7 Oktober, dan BNPB mencatat sedikitnya 61 santri tewas dan lebih dari 100 lainnya luka-luka serta sejumlah korban lainnya masih dalam proses identifikasi. Lembaga tersebut menyebut peristiwa ini sebagai salah satu bencana non-alam paling mematikan di Indonesia tahun 2025.
Konstruksi Tambahan dan Kelalaian Teknis
Bangunan mushala awalnya hanya memiliki dua lantai, kemudian dalam beberapa bulan terakhir pengelola menambah dua lantai baru untuk menampung lebih banyak santri. Pengecoran lantai atas dilakukan sehari sebelum bangunan runtuh, ketika struktur belum sepenuhnya kering dan belum diperkuat secara sempurna.
Beberapa saksi menyebut sempat mendengar suara retakan sebelum gedung roboh. “Awalnya seperti kayu patah, lalu semuanya runtuh. Asap dan debu di mana-mana,” ujar salah satu santri yang selamat, dikutip dari Jatim NU Online (2025).
Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan segera diterjunkan ke lokasi. Proses evakuasi berlangsung dramatis, dimulai secara manual untuk mencegah reruntuhan tambahan, kemudian dilanjutkan dengan alat berat setelah mendapat izin keluarga korban. Menurut Reuters (2025), operasi pencarian berakhir setelah tujuh hari, dengan total korban terdampak lebih dari 160 orang.
Diduga Bangunan Tanpa Izin dan Standar Lemah
Hasil investigasi awal menemukan sejumlah pelanggaran mencolok. Bangunan tersebut belum memiliki izin konstruksi resmi, dan struktur tambahan diduga tidak memperhitungkan kekuatan pondasi awal. Material beton dan besi tulangan juga disebut tidak memenuhi standar bangunan bertingkat.
Selain itu, tidak ada insinyur struktur bersertifikat yang terlibat dalam perancangan maupun pengawasan pembangunan. Ahli teknik sipil Universitas Muhammadiyah Surakarta menyebut penambahan lantai tanpa perhitungan struktural merupakan kesalahan fatal. “Bangunan dua lantai tidak bisa serta-merta ditambah tanpa memperkuat pondasi dan kolom utama,” tulis kajian UMS (2025).
Takdir atau Tanggung Jawab?
Pengasuh pesantren, KHR Abdus Salam Mujib, menyebut peristiwa ini sebagai ujian dan takdir Allah. Ia meminta masyarakat untuk bersabar dan tidak saling menyalahkan (Jatim NU Online, 2025).
Namun, keluarga korban menuntut kejelasan dan keadilan. Mereka mempertanyakan izin proyek serta siapa yang bertanggung jawab atas hilangnya puluhan nyawa santri. The Guardian (2025) melaporkan, sejumlah orang tua korban belum mendapat penjelasan dari pihak pesantren mengenai kontraktor, pengawas proyek, dan keterlibatan pemerintah daerah.
Di media sosial, tagar #AllEyesOnAlKhoziny sempat menjadi trending. Warganet menuntut agar tragedi ini tidak disederhanakan sebagai “takdir”, melainkan diusut hingga tuntas.
Langkah Pemerintah dan Aparat
Kepolisian Daerah Jawa Timur memeriksa sejumlah saksi dan memastikan akan menindak pihak yang terbukti lalai. “Jika ditemukan unsur pidana, kami akan melakukan langkah hukum terhadap pelaksana proyek maupun pengelola,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Jatim, dikutip dari Antara News (2025).
Kementerian Agama juga berencana melakukan pendataan ulang terhadap ribuan pesantren di seluruh Indonesia. Dari sekitar 42.000 pesantren, hanya sebagian kecil yang tercatat memiliki izin bangunan dan perencanaan teknis sesuai ketentuan.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) diminta memperketat pengawasan pembangunan lembaga pendidikan non-formal, termasuk pesantren dan madrasah yang kerap membangun fasilitas tanpa pendampingan teknis profesional.
Point of This Tragedy
Peristiwa Al Khoziny menjadi pengingat bahwa semangat membangun cepat dan murah tidak boleh mengabaikan keselamatan dan tetap harus mengikuti standar bakunya. Banyak pesantren tumbuh dari swadaya masyarakat, namun sayangnya niat baik ini sering kali tak disertai perencanaan teknis memadai dan sesuai dengan standar baku.
Tragedi ini seharusnya bisa menjadi momentum yang tepat bagi pemerintah dan lembaga pendidikan Islam untuk lebih aware dan menegakkan akuntabilitas serta profesionalisme. Setiap bangunan pendidikan wajib memenuhi standar keamanan, karena di balik setiap dinding yang retak, ada doa dan hidup para santri yang harus dijaga.
- Penulis Merupakan Mahasiswa Keperawatan Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya
Daftar Pustaka :
- Antara News. (2025, Oktober 7). Police to pursue legal action over Al Khoziny building collapse. Diakses dari https://en.antaranews.com/amp/news/384805/police-to-pursue-legal-action-over-al-khoziny-building-collapse
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (2025, Oktober 5). Update korban meninggal dunia insiden musala Al Khoziny bertambah jadi 61 orang, 17 sudah diidentifikasi. Diakses dari https://www.bnpb.go.id/berita/update-korban-meninggal-dunia-insiden-musala-al-khoziny-bertambah-jadi-61-orang-17-sudah-diidentifikasi
- Jatim NU Online. (2025, Oktober 2). Tanggapan pengasuh pesantren Al Khoziny Sidoarjo pasca musibah mushala ambruk. Diakses dari https://jatim.nu.or.id/metropolis/tanggapan-pengasuh-pesantren-al-khoziny-sidoarjo-pasca-musibah-mushala-ambruk-DAHbk
- Reuters.(2025, Oktober 7). Indonesia ends search for victims of school collapse, 61 dead. Diakses dari https://www.reuters.com/world/asia-pacific/indonesia-ends-search-victims-boarding-school-collapse-61-dead-2025-10-07/
- The Guardian. (2025, Oktober 7). No apology and no answers: Parents in agony amid search for victims of Indonesian school collapse. Diakses dari https://www.theguardian.com/world/2025/oct/07/ndonesia-school-collapse-search-for-victims-ends-as-67-confirmed-dead
- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). (2025, Oktober 3). Tragedi Pondok Pesantren Al Khoziny dari kacamata konstruksi. Diakses dari https://www.ums.ac.id/berita/teropong-jagat/tragedi-pondok-pesantren-al-khoziny-dari-kacamata-konstruksi
- Wikipedia (2025). Al-Khoziny Islamic Boarding School collapse. Diakses dari https://en.wikipedia.org/wiki/Al-Khoziny_Islamic_Boarding_School_collapse

