Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sapi Pasundan: Antara Ilusi Daging Premium dan Realitas Pasar Qurban

    16 Agustus 2026

    Swasembada Susu, Kuncinya di Lahan Pakan

    15 Agustus 2026

    Strategi Ketahanan Pangan Nasional Melalui Susu Non-Sapi Nusantara

    15 Agustus 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Sapi Pasundan: Antara Ilusi Daging Premium dan Realitas Pasar Qurban
    • Swasembada Susu, Kuncinya di Lahan Pakan
    • Strategi Ketahanan Pangan Nasional Melalui Susu Non-Sapi Nusantara
    • Peluang Dairy Beef Cattle di Tengah Tekanan Kurs
    • Ketika Limbah Pertanian Menjadi Pakan Bernilai
    • Terobosan Pakan Fungsional Daun Kari: Solusi Peternakan Modern yang Sehat dan Ramah Lingkungan
    • Hanjeli: Tanaman Pangan yang Diam-Diam Berpotensi Jadi Pakan Ternak
    • Dedak Padi: Dari Limbah Penggilingan Menuju Kemandirian Pakan Unggas
    Facebook X (Twitter) Instagram
    TEMPO NEWSTEMPO NEWS
    Demo
    • HOME
      • BERITA
        • PERISTIWA
        • NASIONAL
        • JABODETABEK
      • JATIM
        • LAMONGAN
        • BOJONEGORO
        • TUBAN
        • GRESIK
        • SURABAYA
        • MADURA
    • POLITIK
      • PEMERINTAHAN
        • GUBERNUR
        • BUPATI
        • PEMDA
        • DESA
        • PEMBANGUNAN
      • LEGISLATIF
        • DPR RI
        • DPRD
      • PEMILU
        • PARPOL
    • EKONOMI
      1. UMKM
      2. KOPERASI
      3. BANK
      4. KULINER
      Featured

      Proyek Besar, Sistem Rapuh, dan Kepemimpinan yang Diperlukan

      By TEMPO NEWS16 Desember 202573
      Recent

      Proyek Besar, Sistem Rapuh, dan Kepemimpinan yang Diperlukan

      16 Desember 2025

      Tren Self-Reward Gen Z: Terapi Emosional atau Pelarian dari Tanggung Jawab Finansial?

      16 Desember 2025

      Menteri Keuangan Baru Harapan Gen-Z

      15 Desember 2025
    • HUKUM
      1. TNI
      2. POLISI
      3. ADVOKASI
      4. View All

      Manajemen Keuangan Vs. Komitmen Pernikahan: Analisis Kritis Perceraian di Pasangan Muda

      26 Oktober 2025

      Panel Mikroalga-IoT: Strategi Biologis Cerdas Penghapus Polusi Kota

      26 Oktober 2025

      Kamtibmas di Lamongan Diperkuat Demi Pemilu Berjalan Damai

      13 November 2023

      Jaga Ketahanan Pangan, Program Tersapujagad Prioritaskan Tanaman Jagung

      24 Mei 2023

      Penyelesaian Damai di Polsek Panceng: Advokat UMRUL FARIS Kukuhkan Komitmen pada Keadilan Restoratif

      11 Oktober 2025

      Hari Juang Polri : Momentum Polri Untuk Terus Berbenah Diri Menjadi Tameng Utama Keamanan Masyarakat

      2 Agustus 2025

      Kamtibmas di Lamongan Diperkuat Demi Pemilu Berjalan Damai

      13 November 2023

      Efektif Atasi Kesehatan Mental, Bupati Yes Apresiasi Yayasan Berkas Bersinar Abdi Lamongan

      25 Juni 2023

      Penyelesaian Damai di Polsek Panceng: Advokat UMRUL FARIS Kukuhkan Komitmen pada Keadilan Restoratif

      11 Oktober 2025

      Desak Transparansi Program JAMULA, HmI Lamongan Audiensi dengan Dinas PU Bina Marga

      9 September 2025

      Lawan Hoaks, HmI Lamongan Kunjungi Bakesbangpol

      8 September 2025

      UMRUL FARIS: Advokat Yang Piawai Mengutamakan Perdamaian Demi Kepentingan Klien

      2 September 2025

      Program MBG: Antara Kebijakan, Realisasi Porsi, dan Potensi Penyimpangan

      14 Desember 2025

      Eksternalitas Perusahaan Rokok Terhadap Dampak Kegagalan Pasar di Indonesia

      10 Desember 2025

      Ketika Wajah Kita Bukan Lagi Milik Kita

      8 Desember 2025

      Ketika Keadilan Hanya Milik Mereka yang Kuat dan Berkuasa

      1 Desember 2025
    • AGRO
      1. PERTANIAN
      2. PERIKANAN
      3. PETERNAKAN
      Featured

      Sapi Pasundan: Antara Ilusi Daging Premium dan Realitas Pasar Qurban

      By TEMPO NEWS16 Agustus 202632
      Recent

      Sapi Pasundan: Antara Ilusi Daging Premium dan Realitas Pasar Qurban

      16 Agustus 2026

      Swasembada Susu, Kuncinya di Lahan Pakan

      15 Agustus 2026

      Strategi Ketahanan Pangan Nasional Melalui Susu Non-Sapi Nusantara

      15 Agustus 2026
    • EDUKASI
      • KAMPUS
        • UNISLA
      • SEKOLAH
      • PONPES
    • LIFESTYLE
      • SPORT
        • SILAT
        • POBSI
      • KESEHATAN
      • OTOMOTIF
      • TEKNOLOGI
    • RAGAM
      • AGAMA
      • SOSBUD
      • KESENIAN
      • LH
      • SEJARAH
    • EDITORIAL
      • LEMBAGA
        • NU
        • MUHAMMADIYAH
        • HmI
      • EVENT
      • TOKOH
      • TN
        • ARTIKEL
    TEMPO NEWSTEMPO NEWS
    Beranda » Dampak Penyuluhan dan Pemberdayaan Terhadap Nelayan Bekasi
    Artikel

    Dampak Penyuluhan dan Pemberdayaan Terhadap Nelayan Bekasi

    TEMPO NEWSBy TEMPO NEWS24 Juli 2023Updated:30 Juli 2023Tidak ada komentar13 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Oleh : Siti Chadijah, S.St.Pi

    Upaya pembangunan perikanan yang dilaksanakan melalui kegiatan penyuluhan ditujukan untuk tercapainya perubahan-perubahan pada perilaku pelaku utama dan pelaku usaha yang mencakup baik aspek ekonomi, sosial budaya, ideologi, politik maupun keamanan. Komunikasi pembangunan yang diberikan harus dapat mendorong terjadinya perubahan sikap, keterampilan dan perilaku yang memiliki sifat pembaharuan.

    Penyuluhan sendiri pada hakekatnya dapat diartikan sebagai proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dalam mengakses informasi-informasi pasar, teknologi, permodalan dan sumber daya lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraannya, serta meningkatnya kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.

    Sedangkan perikanan adalah kegiatan manusia yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya hayati perairan. Jadi penyuluhan perikanan adalah proses pembelajaran dalam rangka peningkatan kapasitas kemampuan para pelaku utama dan pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan untuk mengorganisasikan dirinya dalam mengembangkan bisnis perikanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya dengan tetap memperhatikan pelestarian fungsi lingkungan hidup.

    Dalam kegiatan penyuluhan yang dilakukan ada proses adopsi yang dapat diartikan sebagai proses penerimaan inovasi atau perubahan perilaku yang baik berupa pengetahuan (Cognitive), sikap (Affective), maupun keterampilan (Psychomotoric) pada diri seseorang setelah menerima “inovasi” yang disampaikan penyuluh kepada masyarakat sasaran. Adapun tahapan-tahapan adopsi yaitu :

    1). Kesadaran (Awwareness) yaitu penerima mulai sadar mengenai adanya inovasi yang ditawarkan oleh penyuluh; 2). Tumbuhnya minat atau keinginan (Interest), ingin mengetahui lebih lanjut tentang inovasi yang ditawarkan; 3). Penilaian (Evaluation) terhadap baik atau buruk mengenai manfaat inovasi yang telah diketahui informasinya secara lebih lengkap; 4). Mencoba (Trial) dalam skala kecil untuk lebih meyakinkan penilaiannya, sebelum menerapkannya untuk skala yang lebih luas lagi; dam 5). Menerima atau menerapkan (Adoption) dengan keyakinan berdasarkan penilaian atau uji coba yang telah diamati sendiri.

    Kabupaten Bekasi memiliki 3 (tiga) kecamatan yang mempunyai wilayah pesisir yaitu Kec. Muaragembong, Kec. Tarumajaya dan Kec. Babelan. sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan. Di Kabupaten Bekasi tidak terdapat Penyuluh Perikanan PNS. Adanya program BLM PUMP Perikanan Tangkap yaitu tahun 2012 menjadi awal mula adanya penyuluh perikanan khusus menangani bidang perikanan tangkapdi Kabupaten Bekasi.

    Di daerah tersebut ditempatkan satu Penyuluh Perikanan Tenaga Kontrak (PPTK) yang khusus menangani Bidang Perikanan Tangkap dan membina kelompok-kelompok yang ada di Kabupaten Bekasi khususnya kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang akan dan sudah pernah mendapatkan BLM PUMP Perikanan Tangkap dan dalam hal ini penulis. Penulis pernah menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jurusan Penyuluhan Perikanan, sehingga ilmu penyuluhan sebagai agen perubahan sudah tidak asing lagi.

    Memulai menjadi Penyuluh Perikanan Tenaga Kontrak (PPTK) pada Tahun 2008 dan di tempatkan di Banjarmasin. Kemudian pada Tahun 2011 mendapat relokasi lokasi kerja ke Kabupaten Bekasi sampai sekarang. Kondisi awal masyarakat yang ada di Kabupaten Bekasi yaitu mereka masih sangat jauh untuk dikatakan memahami apa itu penyuluhan dan pembinaan, sehingga masih banyak nelayan yang menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan seperti arad, manajemen usaha yang sangat buruk, mereka mau melakukan pertemuan dan perkumpulan apabila hanya ada uang sakunya, dan sangat tidak memahami apa tujuan berkelompok yang sesungguhnya.

    Yang ada di dalam pikiran mereka adalah mereka membentuk kelompok untuk mengajukan proposal bantuan. Setelah bantuan di dapat maka kelompok bubar dan mereka membentuk kelompok baru seandainya ada program bantuan baru lagi, karena biasanya kelompok yang sama tidak dapat lagi menerima bantuan selama 3 tahun ke depan. Sehingga mereka membentuk kelompok dengan nama baru dan personil yang rata-rata sama.

    KEGIATAN PENYULUHAN YANG DILAKUKAN DALAM UPAYA MERUBAH SIKAP, KETERAMPILAN DAN PENGETAHUAN NELAYAN KABUPATEN BEKASI

    Nelayan di Kabupaten Bekasi melakukan kegiatan penangkapan ikan mayoritas menggunakan jaring ikan dan bubu rajungan. Sayangnya hasil tangkapan nelayan semakin hari semakin mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena masyarakat pesisir di Kabupaten Bekasi masih terkendala dalam masalah aset, akses, peluang untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing dan masih adanya nelayan yang menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Upaya meningkatkan kualitas hidup nelayan sulit terwujud tanpa adanya perubahan sikap, keterampilan dan perilaku sumber daya manusianya.

    Menghadapi permasalahan tersebut, peran penyuluh perikanan sebagai agen perubahan dan agen penyebar informasi sangat diperlukan. Dengan tujuan utama penyelenggaraan penyuluhan perikanan adalah pemberdayaan pelaku utama dan pelaku usaha berupa peningkatan kemampuan melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif, penumbuhan motivasi, pengembangan potensi, pemberian peluang, peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan sikap serta pendampingan dan fasilitasi dalam pengembangan bisnis perikanan menjadi kelompok yang bankable.

    Komunikasi pembangunan yang disampaikan sebagai sebuah proses yang dialogis dalam menyampaikan ide, informasi, inovasi oleh penyuluh guna menunjang terjadinya proses perubahan sosial kearah yang lebih baik dari pada sebelumnya. Perubahan tersebut dampaknya dapat dilihat pada tingkat individu, keluarga, kelompok, organisasi, komunitas, dan masyarakat perisir secara menyeluruh.

    Kegiatan penyuluhan memiliki dampak luas apabila dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan berkonsentrasi kepada membentuk perubahan perilaku melalui berbagai prinsip pengetahuan dan pengalaman dengan masyarakat. Kegiatan penyuluhan sebagai implementasi komunikasi pembangunan adalah dengan membantu nelayan untuk mengambil keputusan sendiri dengan cara menambah pilihan bagi mereka, menolong mereka mengembangkan wawasan mengenai konseksuensi dari masing-masing pilihan tersebut.

    Upaya yang dilakukan dimulai dengan memahami struktur masyarakat nelayan, tidak hanya melihat aspek ekonomi atau teknologi saja, melainkan juga aspek sosial budaya perlu diperhatikan. Kasus-kasus pemberdayaan yang bisa kita temui diberbagai daerah sering mengalami kegagalan dalam mencapai tujuan kemandirian masyarakat karena dilakukan secara instan, berorientasi proyek.

    Hal ini disebabkan karena penguasaan dan pemahaman masalah sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat diabaikan oleh para pelaksana pemberdayaan. Mereka lebih menekankan aspek teknis pemberdayaan masyarakat. Akibatnya, mereka tidak bisa menempatkan program pemberdayaan tersebut dalam kerangka sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat yang menjadi subjek pemberdayaan.

    Kegagalan demikian berarti juga penyia-nyiaan terhadap kesempatan dan sumberdaya program pemberdayaan sehingga tujuan program pemberdayaan tidak dapat dicapai dengan baik. Kemandirian masyarakat nelayan merupakan tahapan yang sangat menentukan keberhasilan pemberdayaan secara berkelanjutan. Tanpa kemandirian akan sulit dicapai kesejahteraan sosial.

    Unsur-unsur kemandirian masyarakat tersebut ditentukan oleh kemampuan ekonomi yang dimilik, kapasitas politik pembangunan dan memegang teguh prinsip-prinsip sosial yang diyakini bisa menciptakan tata kehidupan masyarakat yang lebih baik. Dalam hal ini, untuk membangun kemandirian dalam pemberdayaan diperlukan langkah-langkah bertahap dan target terukur.

    Target awal kegiatan penyuluhan dan pemberdayaan, dilakukan di Desa Pantai Bakti Kecamatan Muaragembong. Desa ini sangat jauh dari pusat kota bekasi dan berbatasan langsung dengan Desa Pakis Kabupaten Karawang. Desa ini awalnya boleh dikatakan terisolir karena jarangnya kunjungan atau pembinaan oleh instansi terkait

    Langkah awal yang dilaksanakan dalam pemberdayaan masyarakat pesisir Kabupaten Bekasi adalah dengan berupaya memahami kehidupan masyarakat yang akan diberdayakan dengan didasarkan pada pendekatan sosial-budaya. Pendekatan ini digunakan untuk menyentuh aspek-aspek kognitif dan emotif masyarakat agar penyuluhan dan pemberdaya masyarakat memiliki keleluasaan dalam berinterkasi sosial, menyatu secara sosial dan membagi pengalaman dengan masyarakat pesisir.

    Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan oleh penyuluh perikanan dalam mewujudkan pendekatan sosial budaya ini adalah mengedepankan pikiran, tindakan dan sikap. Mewujudkan rasa simpati, empati, dan kepekaan sosial terhadap kehidupan masyarakat, khususnya peduli pada kesulitan-kesulitan sosial ekonomi yang mereka hadapi setiap hari. Penyuluh dalam hal ini penulis menempatkan masyarakat sebagai subyek pemberdayaan sosial ekonomi.

    Menjalin komunikasi yang intensif dan terstruktur dengan tokoh-tokoh masyarakat lokal. Dan membangun rapor diri yang baik, dengan menghindarkan diri dari konflik sosial atau personal dan dengan menunjukkan sikap untuk membantu masyarakat.

    DAMPAK KEGIATAN PENYULUHAN DAN PEMBERDAYAAN TERDAHAP PENINGKATAN KESEJAHTERAAN NELAYAN KABUPATEN BEKASI

    Kegiatan penyuluhan yang di lakukan kepada masyarakat pesisir Kabupaten Bekasi dirasa memiliki efect atau dampak yang sangat besar terdapat perubahan perilaku nelayan. Pembinaan Sumberdaya Alam adalah strategi pemberdayaan dan pembinaan masyarakat pesisir melalui pelibatan masyarakat dalam mengelola dan memanfaatkan Sumberdaya Alam pesisir.

    Kegiatan ini meliputi pemberian penyuluhan tentang penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan dan sosialisasi Peraturan Menteri tentang Ukuran Kepiting dan Rajungan yang boleh ditangkap dan larangan menangkap Rajungan dan Kepiting bertelur. Sedangkan untuk pembinaan usaha meliputi peningkatan akses masyarakat terhadap permodalan yang dapat ditempuh melalui hubungan langsung antara masyarakat dengan sumber modal, dan sebagainya.

    Dampak kegiatan ini dapat terlihat dari sudah tidak adanya nelayan Kabupaten Bekasi yang menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan sehingga hasil produksi nelayan mengalami peningkatan yang signifikan dan sudah tidak adanya nelayan yang menangkap kepiting/rajungan yang bertelur atau yang masih kecil.

    Peningkatan produksi ini berdampak kepada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan nelayan Kabupaten Bekasi, hal ini dapat terlihat dari bangunan rumah di daerah perkampungan nelayan di Kabupaten Bekasi sudah jauh lebih baik, aliran listrik yang awalnya hanya menyambung dari rumah lain, sekarang mereka sudah mampu untuk membuat aliran sendiri dirumah sendiri dan tingkat pendidikan anak-anak nelayan Kabupaten Bekasi sudah semakin tinggi bahkan sudah banyak yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

    Pembinaan SDM adalah strategi pemberdayaan dan pembinaan masyarakat pesisir dalam hal meningkatkan perubahan perilaku SDM dalam upaya perubahan kearah yang lebih baik, nelayan diberikan pemahaman tentang pentingnya berkelompok, tentang manajemen usaha dan administrasi kelompok, diharapkan nelayan dapat merubah pola manajemen usaha, yang awalnya nelayan mempunyai kebiasaan hidup boros dan tidak bisa menabung maka perubahan yang terjadi adalah nelayan memiliki tabungan dan pencatatan secara rutin hasil tangkapan.

    Nelayan di Kabupaten Bekasi juga di berikan penyuluhan tentang diversifikasi usaha yaitu dengan melibatkan wanita nelayan yang awalnya peran wanita nelayan hanya sebagai beban keluarga, wanita nelayan diberikan penyuluhan dan pelatihan agar lebih berdaya dan dapat menciptakan mata pencaharian alternatif. Secara rutin wanita nelayan di Kabupaten Bekasi diberikan penyuluhan tentang pengolahan abon ikan, pengolahan kerupuk ikan dan pengolahan nugget ikan dengan menggunakan ikan sisa hasil tanggakapan nelayan atau ikan yang nilai jualnya rendah agar memiliki nilai ekonomi.

    Masyarakat nelayan Kabupaten Bekasi pada dasarnya sangat kooperatif pada semua informasi yang diberikan dan keinginan mereka untuk berubah kearah yang lebih baik sangatlah besar. Tetapi karena pada awalnyatidak ada penyuluh perikanan yang secara rutin melakukan kegiatan penyuluhan dan pembinaan, sehingga kehidupan sosial ekonomi mereka awalnya bisa dibilang sangat rendah.

    Dengan dilakukan pembinaan dan penyuluhan terlihat perubahan yang sangat nyata. Tingginya antusias kelompok nelayan setiap dilakukan kegiatan penyuluhan, penguatan dan pemberdayaan kelompok nelayan. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penerapan ilmu yang didapat, kemudian diaktualisasikan dalam upaya-upaya pemanfaatan sumberdaya pesisir tersebut agar tetap lestari.

    Pembinaan berbasis lingkungan merupakan strategi pemberdayaan dan pembinaan masyarakat pesisir melalui perbaikan lingkungan tinggal, lingkungan dan prasarana produksi, serta meningkatkan peran masyarakat dalam menata dan mengelola lingkungan hidupnya. Wujud nyata dari keberhasilan kegiatan pembinaan masyarakat nelayan berbasis lingkungan adalah terciptanya sifat kerjasama dan gotong royong yang tinggi.

    Akibat terjadinya abrasi pantai di Desa Pantai Bakti banyak mengakibatkan hancurnya rumah penduduk. Termasuk salah satunya rumah salah satu warga yang didiami oleh ibu yang sudah jompo dan anaknya yang merupakan seorang janda. Akibat abrasi, rumah mereka hancur dan selama bertahun tahun mereka hanya hidup di dalam sebuah tempat yang tidak layak untuk dikatakan tempat tinggal.

    Tingginya sifat gotong royong dan kerjasama ini, menggerakkan nurani mereka untuk bersama-sama secara swadaya membangunkan rumah buat ibu dan anak tersebut. Melihat kepada semua capaian yang didapat dalam kegiatan penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat pesisir di Kabupaten Bekasi, tidak berlebihan dan memang sudah sepantasnya apabila kita menyatakan bahwa kegiatan penyuluhan, penguatan dan pemberdayaan sumberdaya manusia pesisir, menjadi faktor yang menentukan dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

    Penulis adalah Ahli Perikanan, Kelautan dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    TEMPO NEWS
    TEMPO NEWS
    • Website

    Related Posts

    Sapi Pasundan: Antara Ilusi Daging Premium dan Realitas Pasar Qurban

    16 Agustus 2026

    Swasembada Susu, Kuncinya di Lahan Pakan

    15 Agustus 2026

    Strategi Ketahanan Pangan Nasional Melalui Susu Non-Sapi Nusantara

    15 Agustus 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    TERPOPULER

    Mengawal Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih: Sebuah Refleksi Kritis

    17 November 20251,159

    Ada Golongan Darah Baru “Golden Blood”, Anugerah atau Ancaman bagi Mereka yang Memilikinya?

    23 November 20251,111

    Akhir Tahun Datang! Ini Alasan Mahasiswa Harus Mampir ke Museum

    28 November 2025641

    Darurat Literasi 2025: Ketika Generasi Digital Tak Mampu Membaca

    16 November 2025607
    TERBARU
    Agrokomplek

    Sapi Pasundan: Antara Ilusi Daging Premium dan Realitas Pasar Qurban

    By TEMPO NEWS16 Agustus 202632

    Oleh : Mansyur Di tengah upaya nasional untuk mengejar kemandirian pangan dan mengangkat harkat komoditas…

    Swasembada Susu, Kuncinya di Lahan Pakan

    15 Agustus 2026

    Strategi Ketahanan Pangan Nasional Melalui Susu Non-Sapi Nusantara

    15 Agustus 2026

    Peluang Dairy Beef Cattle di Tengah Tekanan Kurs

    15 Agustus 2026
    IKUTI KAMI
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    • WhatsApp
    • Telegram
    Demo
    TENTANG KAMI

    TEMPO NEWS
    Media Inspirasi Hidupmu

    Hubungi Kami
    Email : temponews007@gmail.com
    Contact: +62-852-3337-6966

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp
    TERBARU

    Sapi Pasundan: Antara Ilusi Daging Premium dan Realitas Pasar Qurban

    16 Agustus 2026

    Swasembada Susu, Kuncinya di Lahan Pakan

    15 Agustus 2026
    TERPOPULER

    Mengawal Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih: Sebuah Refleksi Kritis

    17 November 20251,159

    Ada Golongan Darah Baru “Golden Blood”, Anugerah atau Ancaman bagi Mereka yang Memilikinya?

    23 November 20251,111
    © Copyright 2023 TEMPO NEWS - All Rights Reserved
    • Home
    • Redaksi
    • Siber
    • Disclaimer
    • Tulisan
    • Iklan

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.