Temponews.web.id, Lamongan – Segenap Mahasiswa dan Dosen Universitas Islam Darul ‘Ulum (UNISDA) Lamongan meluncurkan inisiatif pemberdayaan yang ambisius untuk meningkatkan daya saing UMKM Sentra Kerajinan Anyaman Bambu di Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi, Lamongan.
Melalui program pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek) tahun 2025, UNISDA mengimplementasikan solusi teknologi berbasis cloud untuk mentransformasi manajemen operasional dan pemasaran digital 25 pengrajin lokal.
Solusi Digital Atasi Kendala Tradisional
Sentra kerajinan anyaman bambu di Sukolilo sebelumnya menghadapi tantangan signifikan, terutama dalam keterbatasan pasar dan inefisiensi pengelolaan stok serta keuangan. Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UNISDA Lamongan, Ariefah Sundari, menjelaskan, bahwa pengrajin masih mengandalkan teknik produksi manual dan penjualan di pasar tradisional. Hal ini menyebabkan persentase kesalahan pencatatan inventaris mencapai 20%.
Menariknya, 60% dari 25 pengrajin aktif berusia di atas 40 tahun, menjadikan adaptasi teknologi digital sebagai tantangan unik yang harus diatasi.

Implementasi Zoho Inventory dan Perluasan Pasar Digital
Sebagai solusi, Tim Pengabdian Masyarakat UNISDA Lamongan menerapkan sistem informasi manajemen berbasis cloud menggunakan aplikasi Zoho Inventory. Teknologi ini memungkinkan pengrajin untuk mengelola stok bahan baku, produk jadi, dan laporan keuangan secara otomatis dan efisien.
“Dengan aplikasi Zoho Inventory ini, kesalahan dalam pencatatan inventaris yang sebelumnya mencapai 20% dapat dikurangi hingga kurang dari 5%,” jelas Ariefah Sundari pada Minggu (28/09/2025).
Selain itu, pengrajin juga mendapat pelatihan intensif untuk memanfaatkan platform marketplace besar seperti Shopee dan Tokopedia untuk memperluas jangkauan pasar mereka.
Program ini juga dilengkapi dengan pelatihan pemasaran digital, termasuk strategi pembuatan konten media sosial dan penggunaan perangkat foto produk sederhana namun profesional. Hasil uji coba menunjukkan dampak positif yang signifikan: peningkatan penjualan online sebesar 25% dan engagement media sosial yang lebih tinggi hanya setelah tiga bulan implementasi.

Dukungan SDGs dan Manfaat Jangka Panjang
Program yang dilaksanakan dari Mei hingga September 2025 ini meliputi serangkaian kegiatan terstruktur, antara lain:
- 16 Mei 2025: Sosialisasi dan survei kebutuhan mendalam melalui FGD dengan 25 pengrajin.
- 22 Juni 2025: Penyerahan aset dan pelatihan pembuatan akun di marketplace.
- 29 Agustus 2025: Pelatihan pengoperasian aplikasi Zoho Inventory untuk pencatatan stok, pesanan, dan keuangan.
Pemberdayaan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan operasional dan pemasaran, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).
“Dengan kolaborasi antara UNISDA Lamongan, Dinas Koperasi dan UKM Lamongan, serta pengrajin setempat, diharapkan program yang mendapat dukungan pendanaan dari Kemendiktisaintek ini dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi perekonomian lokal,” tutup Ariefah Sundari.
Penting diketahui, Tahap Evaluasi Program akan dilakukan pada November 2025 untuk mengukur indikator kinerja, seperti persentase peningkatan penjualan online, tingkat adopsi aplikasi, dan stabilitas pasokan bahan baku.

Adapun Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Mahasiswa serta Dosen Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA) Lamongan, yakni :
1. Ariefah Sundari (Dosen – Ketua)
2. Mohammad Mansyur Abidin (Dosen)
3. Anjar Sulistyowati (Dosen)
4. Umi Nur Nadzifah (Mahasiswa)
2. M. Misbachul Huda (Mahasiswa)
3. Fatimatuz Zahro (Mahasiswa). *[UNISDA / TN]

