Oleh : dr. Putu Pradika Apriano
Pernahkah merasakan atau melihat adanya “benjolan berdenyut” di perut terutama saat berbaring? Atau, melihat seseorang yang mengeluhkan nyeri hebat di perut/punggung secara mendadak kemudian tiba-tiba lemas seperti hendak jatuh pingsan atau bahkan tidak sadarkan diri?
Hati-hati ini bukan sekedar cerita seram untuk menakut-nakuti, melainkan bisa jadi merupakan penyakit Aneurisma Aorta Abdominal (AAA), suatu permasalahan serius yang terlewatkan, karena kerap kali dianggap gejala biasa sebatas kembung, asam lambung, dan atau masalah pencernaan lain.
Aneurisma Aorta Abdominal, pelebaran pembuluh darah utama secara diam-diam, sering kali tanpa atau gejala ringan, yang jika dibiarkan lama dapat pecah kapan saja dan mengancam nyawa layaknya bom waktu di dalam perut penderitanya.
Pada tulisan ini saya akan mengulas seputar aneurisma aorta abdominal, tanda-tandanya, kepada siapa sebaiknya berkonsultasi, cara mendiagnosis, cara mencegah, dan penanganannya.
1. Apa itu Aneurisma Aorta?

Aorta adalah pembuluh darah paling besar yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Jika dinding aorta melemah dan menggelembung seperti balon, kondisi ini disebut aneurisma. Ketika bagian dari aorta yang mengalami aneurisma berada di bagian perut, kondisi tersebut dinamakan Aneurisma Aorta Abdominal (AAA).
Permasalahanya, layaknya balon biasa, jika aorta terus menerus membesar tanpa disadari dan atau ditangani dengan baik, aorta bisa pecah dan akibatnya sangatlah fatal.
2. Siapa yang Paling Berisiko?
Walaupun bisa terjadi kepada siapa saja, kelompok berikut punya risiko lebih tinggi:
– Perokok aktif atau mantan perokok (ini faktor risiko yang paling kuat)
– Pria usia lansia diatas 65 tahun
– Riwayat hipertensi (darah tinggi), kolesterol tinggi, dan aterosklerosis (penumpukan plak di pembuluh darah)
– Riwayat keluarga yang pernah mengalami aneurisma
– Beberapa kasus melibatkan kondisi genetik tertentu
3. Tanda dan Gejala, Apa yang Harus Diwaspadai?
Sebagian besar aneurisma tidak menimbulkan gejala apa pun dan justru sering kali ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan yang lain. Itulah yang membuatnya berbahaya.
Namun terdapat beberapa tanda dan gejala yang patut diperhatikan:
– Benjolan berdenyut di perut: temuan ini klasik pada pemeriksaan fisik dan sering tidak nyeri.
– Rasa cepat kenyang atau tidak nyaman di perut.
– Nyeri tumpul atau tajam pada area perut dan atau punggung: merupakan tanda aneurisma telah membesar atau tekanan pada struktur sekitarnya.
– Nyeri hebat disertai penurunan kesadaran: Tanda dari ruptur yang mengancam nyawa dan memerlukan penanganan segera.
4. Bagaimana Dokter Mendiagnosisnya?
Kabar baiknya, pemeriksaan awal untuk mendeteksi dini AAA ini cukup sederhana.
– Pemeriksaan fisik dapat dilakukan dengan meraba dan merasakan bagian yang menonjol dan berdenyut di perut, namun pemeriksaan ini cukup sulit dilakukan untuk penderita yang berbadan gemuk.
– USG perut adalah cara paling mudah, murah, dan tida sulit untuk dilakukan.
– CT-Scan digunakan jika perlu melihat lebih detail, terutama bila aneurisma sudah besar atau dicurigai pecah.
Di banyak negara sudah menerapkan skrining dengan USG sekali seumur hidup untuk pria usia 65-75 tahun yang pernah atau aktif merokok.
5. Perlukah Dioperasi? Tidak Selalu.
Perawatan tergantung dari seberapa besar aneurismenya. Jika masih tergolong kecil, cukup dipantau rutin dengan USG dan jika tergolong sedang-besar atau sudah menimbulkan gejala, ini perlu tindakan perbaikan operasi. Terdapat dua pilihan:
– EVAR (Endovascular Repair): tindakan yang operasi dengan sayatan kecil di pembuluh darah paha. Pemulihan dengan teknik ini lebih cepat.
– Operasi terbuka: Mengganti bagian aorta yang melebar dengan graft. Biasanya untuk kasus yang tidak cocok dengan EVAR
Dokter bedah kardiovaskular akan menilai tindakan mana yang paling aman dan efektif untuk penderita.
6. Kemana Harus Berkonsultasi?
Jika anda menduga adanya “benjolan berdenyut” di perut atau memiliki banyak faktor risiko, anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah toraks kardiak dan vaskular (BTKV) atau rumah sakit yang memiliki layanan USG. Dokter umum atau dokter spesialis penyakit dalam juga dapat menjadi pintu awal untuk skiring dan rujukan.
7. Apa yang Bisa Anda Lakukan Mulai Sekarang?
– Berhentilah merokok, ini merupakan langkah yang paling besar pengaruhnya.
– Rutin cek kolesterol dan tekanan darah
– Melakukan USG Skrinig bila Anda atau orang tua anda masuk dalam kelompok berisiko.
– Jangan mengabaikan nyeri perut atau punggung yang tidak biasa, terutama apabilda disertai denyutan di perut.
8. Penutup
Aneurisma aorta abdominal memang menakutkan, tapi kabar baiknya dapat dengan mudah dideteksi dan dicegah agar tidak pecah. Dengan mengadopsi gaya hidup sehat dan pemeriksaan tepat waktu, banyak kasus dapat ditangani sebelum menjadi gawat. Jika Anda merasakan gejala-gejala atau memiliki banyak faktor risiko seperti yang dijelaskan dalam tulisan ini, tidak ada salahnya memeriksakan diri. Lebih baik tahu lebih awal daripada terlambat.
- Penulis Merupakan Dokter Umum di Denpasar Barat – Bali
Referensi:
- Hellawell, H. N., Mostafa, A. M. H. A. M., Kyriacou, H., Sumal, A. S., & Boyle, J. R. (2021). Abdominal aortic aneurysms part one: Epidemiology, presentation and preoperative considerations. Journal of perioperative practice, 31(7-8), 274–280.
- Writing Committee Members, Isselbacher, E. M., Preventza, O., Hamilton Black III, J., Augoustides, J. G., Beck, A. W., … & Woo, Y. J. (2022). 2022 ACC/AHA guideline for the diagnosis and management of aortic disease: a report of the American Heart Association/American College of Cardiology Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Journal of the American College of Cardiology, 80(24), e223-e393.
- Zettervall, S. L., & Schanzer, A. (2024). ESVS 2024 clinical practice guidelines on the management of abdominal aorto-iliac artery aneurysms: a North American perspective. European Journal of Vascular and Endovascular Surgery, 67(2), 187-189.
- Shaw PM, Loree J, Oropallo A. Abdominal Aortic Aneurysm. [Updated 2025 Jan 19]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPe

