Penulis: TEMPO NEWS

Oleh : Maulana Rizqy Ramadana Era digital merupakan periode dimana kemajuan teknologi dan komunikasi berkembang secara eksponensial dan menjadi landasan utama dalam aktivitas sosial, ekonomi, dan informasi budaya. Dinamika ini menimbulkan perubahan mendasar dalam berbagai sektor, khususnya pendidikan dan struktur sosial. Transformasi pendidikan yang terjadi tidak hanya sekedar penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran, tetapi juga mencerminkan perubahan paradigma dalam cara individu memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan pengetahuan serta berinteraksi dalam masyarakat yang semakin terdigitalisasi. Perubahan signifikan dalam sistem pendidikan, dari model konvensional berbasis tatap muka menuju pembelajaran digital dan hybrid, membuka akses pendidikan yang lebih inklusif serta memungkinkan adaptasi yang lebih…

Read More

Oleh : Muhammad Rifai Zain Perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Integrasi teknologi dalam proses pembelajaran tidak hanya mempermudah akses informasi, tetapi juga menciptakan metode belajar yang lebih interaktif dan efisien. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya institusi pendidikan yang memanfaatkan platform daring, aplikasi pembelajaran, dan perangkat digital sebagai bagian dari kegiatan belajar mengajar. Perubahan ini menandai pergeseran paradigma pendidikan dari sistem tradisional menuju pembelajaran modern yang berbasis teknologi. Pemanfaatan teknologi memungkinkan siswa untuk memperoleh pengetahuan tanpa batasan ruang dan waktu. Melalui pembelajaran daring, siswa dapat mengakses materi pelajaran kapan saja dan…

Read More

Oleh : Fitri Handayani Akses dan kualitas ekosistem pendidikan yang berbeda di desa dan kota menyebabkan ketimpangan. Hal ini disebabkan oleh fasilitas pendidikan yang tidak seimbang, infrastruktur digital yang tidak merata, dan jumlah guru yang lebih banyak di kota daripada di desa. Kemampuan literasi dasar, rata-rata lama sekolah, dan paparan bahasa serta teknologi biasanya lebih tinggi di kota. Sebaliknya, anak-anak di desa sering menghadapi kelas multigrade; sumber belajar yang terbatas dan jarak sekolah yang jauh. Selain itu, faktor ekonomi keluarga dan dukungan sosial juga memainkan peran. Kemampuan untuk mendapatkan akses ke jaringan informasi, buku, perangkat, dan pelajaran membantu anak kota.…

Read More

Oleh : Surya Hadi Muharam Beberapa hari lalu, nama SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, mendadak viral. Ratusan siswanya memilih mogok sekolah setelah seorang teman mereka ditampar oleh kepala sekolah karena kedapatan merokok di lingkungan sekolah. Video dan kabar itu cepat menyebar di media sosial. Dalam hitungan jam, ribuan komentar muncul — sebagian besar menyalahkan kepala sekolah, sebagian lagi menuding siswa tak tahu sopan santun. Dunia maya kembali jadi arena penghakiman cepat, dimana potongan peristiwa bisa menimbulkan badai opini. Namun dibalik hiruk-pikuk komentar dan hujatan, kita jarang berhenti sejenak untuk bertanya: apa yang sebenarnya sedang terjadi di sekolah itu? Dan…

Read More

Oleh :  Unaisa Az-Zahra Pembelajaran di sekolah sering kali identik dengan ceramah, tugas tertulis, dan ujian pilihan ganda. Namun, sebagai mahasiswa pendidikan sosiologi, saya melihat bahwa pendekatan seperti itu tidak terlalu relevan dengan kebutuhan perkembangan sosial peserta didik. Disinilah metode Project-Based Learning (PBL) menjadi menarik untuk dikaji dari perspektif sosiologi pendidikan, karena pembelajaran tidak hanya dilihat sebagai proses akademik, tetapi juga sebagai interaksi sosial yang membentuk karakter, kerja sama, dan budaya belajar. Apa itu Project-Based Learning? Secara sederhana, Project-Based Learning adalah metode pembelajaran berbasis proyek, dimana siswa tidak hanya mendengar penjelasan guru, tetapi terjun langsung merancang dan menyelesaikan suatu karya…

Read More

Oleh : Hanifah Suwandi Di balik kalimat “Pendidikan untuk Kita Semua”, masih banyak anak yang tertinggal diluar pagar sekolah. Mereka bukan tidak mau belajar, melainkan terpaksa berhenti karena keadaan. Banyak dari mereka menghadapi kenyataan pahit: biaya hidup yang naik, pekerjaan orang tua tak menentu, dan lingkungan sosial yang menekan mimpi. Fenomena putus sekolah bukan sekadar angka, melainkan kisah tentang harapan yang perlahan padam. Pendidikan sering disebut sebagai jalan mengubah nasib. Sekolah diharapkan menjadi pintu keluar dari kemiskinan, namun ironisnya, mereka yang paling membutuhkan justru paling sulit mengaksesnya. Di desa dan pinggiran kota, banyak remaja memilih bekerja daripada melanjutkan sekolah karena…

Read More

Oleh : Ulida Mutiarasani ​Indonesia secara eksplisit menyatakan diri sebagai Negara Hukum (Rechtsstaat) dalam UUD 1945 Pasal 1 ayat (3). Prinsip ini, yang sejalan dengan doktrin Supremasi Hukum (Rule of Law) dari A.V. Dicey, menghendaki agar hukum berada di atas segala-galanya, termasuk kekuasaan, serta menjamin Kesamaan di Hadapan Hukum (Equality before the Law) bagi setiap warga negara. Namun, di tengah maraknya ketidakadilan yang dirasakan, timbul pertanyaan kritis: Apakah kita benar-benar menjalankan Negara Hukum, ataukah hukum telah bergeser menjadi “Hukum Negara”—sekadar instrumen legitimasi bagi kepentingan penguasa? ​Erosi Supremasi Hukum: Antara Rakyat Kecil dan Penguasa ​Realitas peradilan di Indonesia menunjukkan adanya erosi…

Read More

Oleh : Defrisza Shandi Artikel ini membahas tentang learning loss yang masih sering sekali terjadi pada siswa di Indonesia, yang menurunkan minat mereka untuk belajar dan berinteraksi. Telah diketahui bahwa fenomena besar yang mengguncang dunia pada tahun 2019 telah mengubah cara masyarakat dunia beraktivitas. Salah satunya adalah perubahan metode pembelajaran yang dilakukan secara jarak jauh karena munculnya virus berbahaya yang menyebar, yaitu COVID-19. Pandemi COVID-19 telah menjadi titik besar perubahan dalam sejarah pendidikan dunia, termasuk di Indonesia. Hampir dua tahun sistem pendidikan nasional beralih ke mode Pembelajaran Jarak Jauh.(PJJ) Pembelajaran jarak jauh menjadi sebuah metode pembelajaran yang baru dilakukan di…

Read More

Oleh: Izmi Syabella ​Di tengah derasnya arus digital dan perubahan pola hidup modern, fungsi keluarga sebagai tempat pertama bagi anak untuk belajar tentang nilai dan moral semakin terkikis. Gawai menggantikan percakapan saat makan, sementara media sosial menjadi ruang baru untuk pembentukan identitas moral para remaja. Fenomena ini menunjukkan adanya krisis nilai di masyarakat yang secara perlahan menggerogoti generasi muda di Indonesia. ​Sebuah laporan dari UNESCO (2023) dengan topik Family, Education, and Digital Society in Southeast Asia menyatakan bahwa 63% orang tua di kawasan Asia Tenggara mengaku kesulitan dalam menanamkan nilai moral kepada anak-anak mereka, yang disebabkan oleh gangguan teknologi dan…

Read More

Oleh : Bima Ajie Bhagaskara Pendidikan di Tengah Arus Teknologi Perkembangan teknologi digital telah mengubah wajah pendidikan secara menyeluruh. Sekolah tak lagi hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang dimana siswa berinteraksi dengan dunia digital setiap hari. Di satu sisi, kemajuan ini mempermudah akses terhadap informasi dan sumber belajar. Namun disisi lain, muncul tantangan baru seperti penyebaran hoaks, distraksi media sosial, hingga penurunan kemampuan berpikir kritis. Kondisi ini menunjukkan bahwa pendidikan digital bukan lagi sekadar tambahan dalam kurikulum, melainkan kebutuhan pokok. Literasi digital kini menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas teknologi, tetapi juga cerdas dalam…

Read More