Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
- Sapi Pasundan: Antara Ilusi Daging Premium dan Realitas Pasar Qurban
- Swasembada Susu, Kuncinya di Lahan Pakan
- Strategi Ketahanan Pangan Nasional Melalui Susu Non-Sapi Nusantara
- Peluang Dairy Beef Cattle di Tengah Tekanan Kurs
- Ketika Limbah Pertanian Menjadi Pakan Bernilai
- Terobosan Pakan Fungsional Daun Kari: Solusi Peternakan Modern yang Sehat dan Ramah Lingkungan
- Hanjeli: Tanaman Pangan yang Diam-Diam Berpotensi Jadi Pakan Ternak
- Dedak Padi: Dari Limbah Penggilingan Menuju Kemandirian Pakan Unggas
Penulis: TEMPO NEWS
Oleh: Harits Abdurrahman Beberapa waktu terakhir, media sosial Indonesia mulai ramai oleh kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah dan kampus, mulai dari siswa yang dipukul oleh gurunya, mahasiswa yang dianiaya seniornya, sampai kasus perundungan antar peserta didik yang viral di TikTok. Banyaknya kasus ini mulai menimbulkan sebuah pertanyaan klasik: kenapa kekerasan masih terjadi di dunia pendidikan, padahal kita sudah hidup di era yang katanya menjunjung tinggi nilai HAM? Kalau kita mundur ke tiga sampai lima dekade lalu, kekerasan di sekolah bukan hal yang tabu. Pukulan penggaris, cubitan di lengan, atau suruhan push-up di lapangan sering dianggap sebagai bagian dari…
Oleh : Muhammad Irfan Sadim Di tengah kegelisahan mahasiswa soal biaya kuliah yang terus merangkak naik, hadirnya wacana student loan di Indonesia muncul sebagai secercah harapan sekaligus sumber kekhawatiran. Apakah pinjaman pendidikan ini akan menjadi moda pembuka akses bagi mereka yang terhimpit, atau justru menjerat generasi muda dalam beban utang yang bertahun-tahun menempel? Pertanyaan ini menuntut analisis mendalam. Kenapa Student Loan Dibahas? Wacana pinjaman pendidikan menjadi solusi yang dipertimbangkan seiring dengan target peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), bahkan telah menyatakan rencana peluncuran skema student loan yang ditargetkan pada…
Oleh: Dedi Sapriadi Manurung Insiden keracunan massal yang terjadi di SMP Negeri 1 Laguboti, Kabupaten Toba, Sumatera Utara menjadi kejadian yang menggugah perhatian masyarakat. Sebanyak 95 orang diduga menjadi korban keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), (CNN Indonesia, Jumat, 17 Okt 2025 05:15 WIB). Gejala yang muncul antara lain mual, muntah, pusing, mulas, nyeri ulu hati, dan sesak napas. Menu yang disajikan terdiri dari ikan mujair asam manis, tempe, sayur pokcoy, dan buah semangka, yang dari temuan awal buah semangka tampak agak berlendir. Kejadian ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memicu mendesaknya kebutuhan akan penguatan pendidikan…
Oleh : Zahirah Ramadhani Prestasi akademik sering dianggap sebagai ukuran utama keberhasilan siswa maupun sekolah. Angka di rapor dan nilai ujian menjadi simbol kualitas pendidikan yang seolah menentukan masa depan seseorang. Namun, di balik angka yang tampak baik, tersimpan realitas sosial yang jarang dibicarakan yaitu tekanan prestasi yang berlebihan. Tekanan ini tidak hanya dialami oleh siswa, tetapi juga oleh guru dan lembaga pendidikan yang merasa harus mempertahankan citra sebagai “sekolah berprestasi”. Fenomena ini mencerminkan bagaimana sistem pendidikan di Indonesia masih menempatkan nilai akademik sebagai tolok ukur utama keberhasilan, tanpa memperhatikan proses pembelajaran itu sendiri. Sekolah berlomba-lomba mencetak lulusan dengan nilai…
Temponews.web.id, Banjar — Upaya pencegahan stunting terus digencarkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Intan Martapura melalui program Posyandu Plus: Integrasi Edukasi dan Pendampingan Stimulasi pada Balita. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Posyandu Desa Sungai Tuan Ulu, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan dan berhasil menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pengetahuan ibu balita serta keterampilan kader posyandu. Program yang diketuai oleh Filia Sofiani Ikasari, S.Kep., Ns., M.Kep., bersama tim pelaksana Iis Pusparina, S.S.T., M.M.Kes., M.Kes. dan Kusnindyah Praedevy Reviagana, S.K.M., M.Kes., melibatkan 30 ibu balita dan 10 kader posyandu. Kegiatan ini didampingi oleh mahasiswa Prodi Sarjana Keperawatan semester 7 : Fir’ad…
Oleh : Agnes Clara Nainggolan Belajar sering kali diartikan sebagai proses yang serius dan penuh tekanan. Tak jarang, ruang kelas menjadi tempat yang kaku, siswa duduk diam mendengarkan, guru menjelaskan panjang lebar, lalu hasil akhirnya diukur dari angka di rapor. Padahal, esensi pendidikan jauh lebih luas daripada sekadar mengejar nilai. Di sinilah konsep deep learning hadir, bukan sebagai istilah teknologi, tetapi sebagai filosofi pembelajaran yang menumbuhkan makna, kesadaran, dan kebahagiaan dalam proses belajar. Menurut laman resmi Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbudristek, deep learning bertujuan untuk membawa siswa ke tingkat pemahaman yang lebih dalam, di mana mereka tidak hanya memahami suatu konsep,…
Oleh : Nur Al Din Firdos Gamal Pendidikan merupakan proses yang utamanya tumbuh di dalam keluarga melalui interaksi antaranggota, diluar lingkungan sekolah atau lembaga formal. Secara khusus, hubungan antara kakak dan adik sangat memengaruhi pendidikan, karena kakak seringkali berfungsi sebagai teladan dan sumber pembelajaran utama bagi adiknya, melampaui peran sebagai saudara tertua. Dengan perilaku, ucapan, dan kebiasaan sehari-hari, seorang kakak memegang peran penting dalam memajukan pendidikan adiknya, baik sebagai motivator maupun sebagai contoh nyata. Peran kakak sebagai motivator dapat terwujud melalui contoh konkrit alih-alih sekadar nasihat langsung. Apabila seorang kakak memperlihatkan kedisiplinan dalam menempuh pendidikan, adik akan termotivasi untuk meniru…
Oleh : Muhammad Figo Zulvan Nazmi Sejak Pemerintah Republik Indonesia meluncurkan program Kampus Merdeka, istilah “link and match” antara dunia pendidikan dan industri menjadi jargon yang sering terdengar di berbagai forum akademik. Mahasiswa digadang-gadang tidak lagi sekadar menjadi penonton di ruang kuliah, melainkan aktor yang siap terjun langsung ke dunia kerja. Namun di balik semangat itu, muncul pertanyaan penting: apakah sistem magang yang ada benar-benar mendidik, atau justru menciptakan bentuk baru dari ketimpangan antara kampus dan industri? Di atas kertas, konsep link and match terdengar menjanjikan. Dunia kerja memang menuntut lulusan yang adaptif, terampil, dan mampu berpikir kritis. Kampus pun…
Oleh : Fachry Achmad Radityo Dalam dunia pendidikan, kinerja guru dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) merupakan dua aspek yang saling terkait dan berpengaruh terhadap kualitas pendidikan. Kinerja guru mencerminkan kemampuan guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik, sedangkan IPK merupakan indikator prestasi akademik yang diperoleh selama masa studi. Di Indonesia, masih banyak guru yang memiliki IPK rendah, yaitu di bawah 3,00. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sekitar 20% guru di Indonesia memiliki IPK di bawah 3,00. Keterkaitan antara IPK dan kinerja guru sangat erat, karena IPK dapat mencerminkan kemampuan akademik guru dan mempengaruhi kemampuan mereka dalam mengajar. Guru dengan IPK…
Oleh : Aulia Zamzami !1. Pendahuluan: Tirani Angka di Ruang Kelas Dimana pun anda berada, dari Jakarta hingga New York, sistem pendidikan global kita terperangkap dalam sebuah ritual yang dianggap suci: Ujian Standar. Ritual ini, yang mencakup segala hal mulai dari ujian akhir semester yang menentukan kelulusan hingga tes standar berskala nasional, memiliki kekuatan luar biasa untuk mengendalikan nasib seorang anak. Sejak usia dini, kita didoktrin bahwa nilai tinggi adalah satu-satunya mata uang keberhasilan, dan bahwa mendapatkan skor sempurna adalah puncak pencapaian akademis. Kita, sebagai masyarakat, secara kolektif berpegangan pada keyakinan bahwa angka-angka tersebut secara akurat mencerminkan kecerdasan dan potensi…
