Penulis: TEMPO NEWS

Oleh : Shofiatunnisa Sekolah tidak hanya tempat siswa untuk memperoleh ilmu pengetahuan, namun juga sekolah sebagai arena sosial tempat siswa untuk membangun identitas sosial, mencari sebuah pengakuan, serta memainkan peran sosialnya. Dalam konteks budaya modern, sekolah sering menjadi sebuah ruang dalam masyarakat yang diwarnai dengan budaya kompetitif. Realita kehidupan sekolah siswa yang ditandai dengan adanya sebuah usaha untuk mendapatkan nilai tertinggi, penghargaan, hingga posisi terbaik yang lebih menonjol di antara siswa yang lain. Peristiwa ini bukan sekedar menunjukkan adanya semangat belajar belaka, tetapi juga mencerminkan bagaimana interaksi sosial dapat membentuk sebuah makna kesuksesan serta kegagalan dalam kehidupan sekolah. Budaya Kompetitif…

Read More

Oleh : Frida Dwi Lestari Di balik setiap tindakan medis, ada hal sederhana yang sering terlupakan: Bagaimana cara kita berbicara dengan pasien?. Di Puskesmas Keputih, Kota Surabaya, hal ini terasa nyata lewat cara perawat menyapa pasien dengan ramah, menatap dengan tulus, dan mendengarkan dengan penuh perhatian. Itu bukan sekadar sopan santun ataupun formalitas — tapi bagian dari bentuk nyata penerapan komunikasi terapeutik, Dimana konsep penting  tersebut baru saja saya pelajari di kelas. Melalui wawancara dengan salah satu tenaga Kesehatan disana, yaitu dengan Bapak Wahyu bin Kaderi, saya mulai memahami bahwa teori yang awalnya terdengar “Akademis dan sekadar Formalitas” itu, ternyata…

Read More

Oleh : Clarista Rahadhiyan Pangestu Adi Ditengah kesibukan kawasan Mulyorejo, Kota Surabaya, pelayanan kesehatan tak hanya bergantung pada rumah sakit dan klinik. Apotek, sebagai titik akses pertama masyarakat terhadap obat-obatan, memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan komunitas. Di balik meja pelayanan, seorang apoteker bernama Rini menjadi sosok yang tak hanya memberikan obat, tetapi juga menghadirkan edukasi, empati, dan rasa aman bagi setiap pasien yang datang. Lebih dari Sekadar Menyerahkan Obat Setiap hari, Rini melayani puluhan pelanggan dengan berbagai kebutuhan. Ada yang datang membawa resep dari dokter, ada pula yang hanya ingin membeli vitamin atau obat bebas. Namun bagi Rini, pekerjaannya…

Read More

Oleh: Aidah Suroyya Beberapa hari terakhir, publik dikejutkan oleh aksi mogok sekolah ratusan siswa SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, (Tirto.id 14/10/2025). Aksi yang dimulai sejak Senin (13/10/2025) itu bermula dari dugaan tindakan penegakan disiplin oleh kepala sekolah terhadap seorang siswa berinisial ILP (17) yang kedapatan merokok di lingkungan sekolah. Peristiwa ini memicu gelombang protes besar hingga lebih dari 630 siswa memilih tidak masuk kelas sebagai bentuk solidaritas dan penolakan terhadap tindakan kepala sekolah. Aksi yang viral di media sosial itu bukan sekadar insiden lokal. Ia menjadi refleksi dari krisis komunikasi dan lemahnya sistem penyelesaian konflik di dunia pendidikan kita.…

Read More

Oleh: Arif Himawan Saputra ​Inovasi CLWD: Mengintegrasikan Komersial dan Sosial ​Cash Linked Waqf Deposit (CLWD), sebuah terobosan inovasi produk perbankan syariah, hadir sebagai jawaban atas tantangan kemiskinan global. CLWD secara unik mengintegrasikan akad komersial dengan akad sosial sekaligus dalam satu produk. Inovasi ini memberikan kesempatan bagi mereka yang berpunya untuk mewakafkan uangnya dalam bentuk deposito berjangka waktu tertentu. ​Selama masa pewakafan, pokok deposito diputar untuk mendatangkan keuntungan. Keuntungan inilah yang kemudian disalurkan untuk kepentingan mereka yang membutuhkan. Di sinilah letak keunggulan hakiki perbankan syariah dibandingkan perbankan konvensional: perannya dalam menyeimbangkan fungsi komersial dan sosial. ​Kemiskinan Global: Urgensi Aksi Kolektif ​Kemiskinan…

Read More

Oleh: Frida Dwi Lestari Sebuah tragedi menimpa Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, pada Senin sore, 29 September 2025. Sekitar pukul 15.00 WIB, bangunan mushala empat lantai ambruk saat ratusan santri tengah melaksanakan salat Asar berjemaah. Dalam hitungan detik, bangunan itu berubah menjadi tumpukan puing dan jerit minta tolong menggema di lokasi kejadian. Pencarian atau Evakuasi di lakukan hingga pencarian ditutup pada 7 Oktober, dan BNPB mencatat sedikitnya 61 santri tewas dan lebih dari 100 lainnya luka-luka serta sejumlah korban lainnya masih dalam proses identifikasi. Lembaga tersebut menyebut peristiwa ini sebagai salah satu bencana non-alam paling mematikan di…

Read More

Temponews.web.id, Gresik – Advokat Umrul Faris, S.H., M.H., kembali membuktikan ciri khasnya dalam penyelesaian masalah hukum dengan mengedepankan Keadilan Restoratif (Restorative Justice/RJ). Keberhasilan terbarunya adalah dalam kasus dugaan tindak pidana Penggelapan dan Penipuan di wilayah hukum Polsek Panceng, Gresik, yang berhasil ia dorong menuju penyelesaian damai tanpa harus berlanjut ke pengadilan. ​Kasus yang bermula dari laporan pengaduan bernomor LPM/22/VI/2025/SPKT/Polsek Panceng/ Polres Gresik/Polda Jawa Timur pada tanggal 21 Juni 2025 itu berhasil diselesaikan melalui proses musyawarah yang humanis dan persuasif. Advokat Umrul Faris, yang mendampingi pihak Korban/Pelapor, mampu meyakinkan kliennya serta pihak Terlapor dan pengacaranya untuk menempuh jalur damai. ​Dalam proses…

Read More

Temponews.web.id, Jakarta – Tingkat literasi di Indonesia yang masih memprihatinkan, tercermin dari posisi Indonesia di urutan ke-69 dari 81 negara dalam hasil PISA (Programme for International Student Assessment) 2022, menjadi pemicu bagi BINUS (Bina Nusantara) University untuk bertindak. Menjawab tantangan lemahnya budaya membaca, Tim PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) dari BINUS University menginisiasi program inovatif bernama “Menjelajah Nusantara” yang mengubah kegiatan membaca pasif menjadi petualangan literasi interaktif melalui dongeng. ​Literasi Bukan Sekadar Membaca, Tapi Berpikir Kritis ​Selama ini, upaya peningkatan literasi sering kali bertumpu pada sekolah, sementara peran komunitas dan keluarga kerap menjadi pelengkap. Hal ini terlihat pada komunitas seperti Gerakan…

Read More

Oleh : Keisha Almira Rubina ​Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, adalah inisiatif berani dengan tujuan mulia: mensejahterakan penerus bangsa melalui peningkatan gizi, penurunan angka stunting, dan dukungan tumbuh kembang anak. Program yang telah direalisasikan sejak Januari 2025 ini secara esensial merupakan investasi jangka panjang pada modalitas manusia Indonesia, kunci untuk mewujudkan cita-cita “Indonesia Emas.” ​Dampak Positif dan Urgensi Program ​Dari sisi positif, MBG membawa dampak yang signifikan dan mendesak. Di Indonesia, Menurut Ikeu Tanziha, Dewan Pakar Bidang Gizi BGN di SDS Barunawati II, Slipi, Jakarta Barat, bahwa anak-anak…

Read More

Oleh : Isvy Ardill Mufidah ​Peristiwa keracunan massal yang terjadi pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah krisis kesehatan publik yang serius. Data Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat 6.457 siswa telah keracunan MBG sejak Januari hingga September 2025 (metronews, 03/10/2025), angka ini bukan lagi “statistik rendah,” melainkan sebuah bukti nyata adanya celah serius dan berulang dalam sistem keamanan pangan yang seharusnya dijaga oleh Badan Gizi Nasional (BGN). ​Gagalnya BGN Menjalankan Tugas Inti Penting diketahui, Tupoksi (Tugas dan Fungsi) Badan Gizi Nasional dalam program Makan Bergizi Gratis meliputi perumusan kebijakan, penyediaan dan penyaluran gizi, edukasi dan promosi, pemantauan dan pengawasan keamanan dan mutu…

Read More