Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
- Sapi Pasundan: Antara Ilusi Daging Premium dan Realitas Pasar Qurban
- Swasembada Susu, Kuncinya di Lahan Pakan
- Strategi Ketahanan Pangan Nasional Melalui Susu Non-Sapi Nusantara
- Peluang Dairy Beef Cattle di Tengah Tekanan Kurs
- Ketika Limbah Pertanian Menjadi Pakan Bernilai
- Terobosan Pakan Fungsional Daun Kari: Solusi Peternakan Modern yang Sehat dan Ramah Lingkungan
- Hanjeli: Tanaman Pangan yang Diam-Diam Berpotensi Jadi Pakan Ternak
- Dedak Padi: Dari Limbah Penggilingan Menuju Kemandirian Pakan Unggas
Penulis: TEMPO NEWS
Temponews.web.id, Banjar – Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Banjar terus diperkuat melalui program berbasis pemberdayaan masyarakat. Tim Pengabdian Masyarakat dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Intan Martapura meluncurkan program inovatif bertajuk “Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Pencegahan Stunting pada Balita melalui Posyandu Plus: Integrasi Edukasi dan Pendampingan Stimulasi pada Balita” di Desa Sungai Tuan Ulu, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Pemula (PMP) yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI). Integrasi Edukasi Gizi dan Stimulasi Tumbuh Kembang Ketua…
Oleh : Claudines Lyna Sanjaya Putri ABSTRAK Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) adalah program terbaru pemerintah yang mengkaji tentang pentingnya status gizi pada anak sekolah guna menekan angka stunting. Program ini berjalan hampir 6 bulan. Namun dalam proses pelaksaannya terdapat laporan bahwa program MBG memicu keracunan massal di beberapa daerah, termasuk di Surabaya dan di Madura. Laporan menunjukkan terdapat makanan yang basi dan bau. Penelitian ini di adakan untuk mencari faktor utama penyebab permasalahan melalui literatur ilmiah dan analisis secara faktual. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kelemahan dalam penyimpanan dan kurangnya higienitas baik dari sisi penyedia maupun penerima. Temuan ini mejelaskan…
Oleh: Claire Godwin Rio “Stress tugas kuliah? Healing dulu, dong.” “Capek kerja? Wajib self-reward.” “Overthinking soal masa depan? Liburan ke Bali aja, biar waras.” Kalimat-kalimat ini sudah jadi keseharian di linimasa kita. Healing kini seolah jadi obat mujarab untuk segala sakit hati, lelah pikiran, dan tekanan hidup. Tapi pernahkah kita bertanya: apakah healing benar-benar menyembuhkan, atau hanya membuat kita semakin kehilangan arah—bahkan kehilangan uang? Fenomena healing menarik dikupas karena ia merepresentasikan dua sisi generasi muda: di satu sisi sadar pentingnya kesehatan mental, di sisi lain terjebak pada logika konsumtif yang menguras dompet. Dari “Penyembuhan” ke “Pameran” Awalnya, healing berarti sesuatu…
Oleh : Genta Rizki Alfaridzi Artikel ini menyoroti sebuah ironi yang mendalam: Kemerdekaan de jure Indonesia telah diraih, namun penjajahan mentalitas masih bersemayam. Warisan kolonial ternyata tidak hanya berupa infrastruktur fisik, tetapi juga struktur mental dan sosial yang terinternalisasi, menciptakan apa yang dapat disebut sebagai “Mentalitas Kolonial Domestik.” Reproduksi Hierarki: Dari Penjajah ke Aktor Domestik Argumen bahwa nilai-nilai kolonial terhereditasi dan termanifestasi dalam genom sosial bangsa Indonesia adalah pengamatan yang kuat. Setelah penjajah fisik pergi, pola-pola dominasi, feodalisme, dan otoritarianisme yang mereka bangun justru direproduksi oleh aktor-aktor domestik. Mereka menempati kursi kekuasaan yang dulu diduduki kolonial, namun esensi relasi kekuasaan…
Oleh : Adham Prayudi, S.St.Pi., M.Tr.Pi. Di balik geliat wacana makanan sehat, sistem klasifikasi Nova yang merupakan sistem pengelompokan makanan yang berfokus pada tingkat dan tujuan pengolahan makanan, bukan kandungan nutrisinya itu kerap dijadikan kompas oleh lembaga kesehatan. Namun, tulisan Messina & Messina (2025) mengingatkan: kompas itu bisa menyesatkan arah. Produk nabati seperti susu kedelai dan daging alternatif, yang sesungguhnya mendukung pergeseran diet ramah lingkungan, justru dicap sebagai ultra-processed foods (UPF). Alih-alih mendorong konsumsi pangan berbasis tumbuhan, label ini berpotensi menguatkan stigma, bahkan membuat masyarakat enggan beralih dari pola makan hewani. Resiko klasifikasi Nova lainnya terhadap tenaga kesehatan akan mengalami…
Temponews.web.id, Lamongan – Segenap Mahasiswa dan Dosen Universitas Islam Darul ‘Ulum (UNISDA) Lamongan meluncurkan inisiatif pemberdayaan yang ambisius untuk meningkatkan daya saing UMKM Sentra Kerajinan Anyaman Bambu di Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi, Lamongan. Melalui program pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek) tahun 2025, UNISDA mengimplementasikan solusi teknologi berbasis cloud untuk mentransformasi manajemen operasional dan pemasaran digital 25 pengrajin lokal. Solusi Digital Atasi Kendala Tradisional Sentra kerajinan anyaman bambu di Sukolilo sebelumnya menghadapi tantangan signifikan, terutama dalam keterbatasan pasar dan inefisiensi pengelolaan stok serta keuangan. Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UNISDA Lamongan, Ariefah…
Oleh : Silfia Nur Azizah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) datang dengan janji ambisius: menciptakan Generasi Emas yang bebas stunting dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. Namun, di tengah gelontoran anggaran triliunan rupiah dan digulirkannya program di berbagai daerah, realitas lapangan yang muncul justru menimbulkan keraguan yang amat besar. Apakah MBG benar-benar sebuah investasi strategis untuk masa depan bangsa, atau hanya “obral gizi” yang rentan disalahgunakan dan bahkan membahayakan penerus negeri? Janji Manis versus Realitas Pahit di Lapangan Secara konseptual, MBG adalah ide yang kuat dan mulia. Memberikan asupan bergizi langsung kepada anak-anak di sekolah, posyandu, dan pesantren adalah langkah…
Temponews.web.id, Lamongan – Kepengurusan Himpunan Mahasiswa Islam (HmI) Cabang Persiapan (P) Lamongan periode 2025 – 2026 resmi dilantik pada Sabtu (27/09/2025). Acara yang mengusung tema ‘HmI Lamongan Sebagai Simpul Gerakan Intelektual’ ini diwarnai dengan kritik tajam terhadap dunia pendidikan tinggi melalui Diskusi Panel bertajuk: ‘Perguruan Tinggi Sebagai Pabrik Gelar atau Ruang Pencerahan?’. Hadir Pejabat Daerah dan Tokoh Nasional Pelantikan ini mendapat perhatian luas dengan kehadiran sejumlah tokoh penting. Tercatat hadir Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, dan Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, serta Anggota DPRD Jatim, H. Syamwil,Anggota DPRD Lamongan (Fatoni dan Erna Sujarwati), Komisioner Bawaskab Lamongan (Yulianti dan Muttaqin), Komisioner…
Oleh : Nurin Mulyani Pada Senin (08/09/2025), Presiden Prabowo Subianto melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia, menggantikan Sri Mulyani Indrawati yang telah menjabat selama hampir dua dekade. Keputusan ini menandai babak baru dalam pengelolaan keuangan negara, di tengah tantangan ekonomi global yang semakin kompleks. Purbaya, seorang ekonom berusia 61 tahun dengan latar belakang sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak 2021, dikenal atas pengalaman panjangnya di sektor keuangan dan pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, serta Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator…
Temponews.web.id, Lamongan — Korps Himpunan Mahasiswa Islam – Wati (KOHATI) Cabang Persiapan (P) Lamongan menggelar peringatan Milad ke-59 KOHATI dengan semarak pada Jum’at (26/09/2025) bertema ambisius: “Mewujudkan Muslimah Berkualitas Insan Cita: KOHATI Bernilai Indonesia Maju”, kegiatan ini menjadi momentum refleksi dan pemacu semangat untuk meningkatkan peran perempuan dalam kemajuan bangsa dan agama. Acara yang dibuka Mahasin, selaku Midle Formatur HmI Cabang (P) Lamongan, dan dihadiri oleh segenap kader serta alumni HmI juga KOHATI Lamongan ini, menegaskan komitmen kolektif KOHATI Lamongan dalam mencetak muslimah yang berdaya. Ketua KOHATI Lamongan: Jadikan Milad sebagai Titik Tolak Peningkatan Kualitas Ketua KOHATI Cabang (P) Lamongan,…
